Selasa, 23 Desember 2014

PESTA Ultah yang KACAU

Semua orang pasti berharap mendapatkan pesta ultah yang sangat berkesan. Dan berhubung teman satu kantor ada yang ultah secara bersamaan, dan telah menjadi kebiasaan kita kan membuat pesta kejutan. Kue aku beli serta lilinnya. Saat mau dikasihkan ternyata orangnya pergi,,kita tunda hari berikutnya.
Dan hari yang ditunggu tiba,,aku yang ambil kuenya. Saat istirahat kurang 5 menit,,aku dan pastinya Setiti mulai menyiapkan segalanya. Jadi tersangka dengan Setiti tu rasanya gak enak banget. Lilin tadi dibentuk hati oleh Setiti. Berharap semua kan romantis,,huhhhhhfttt
Kayaknya waktu istirahat masih lumayan lama,kalau dinyalakan dulu pasti lilin cepet habis. Tapi ternyata oleh Ibu Rosita suruh menghidupkan,ya udah aku hidupkan. Aku pakai 1 lilin untuk menghidupkan, saat mulai ku hidupkan semua malah lilinnya kayak kembang api coba. Aku dan Setiti malah bingung, dan lilin yang aku pegang pun aku tiup gak mau mati. Saat aku banting ke bawah lilin itu mati tapi bisa hidup lagi,,berulang kali seperti itu.
Dan lilin yang diatas kue tadi malah makin besar kayak oncor,,ditiup pun gak mau mati. Tambah panik deh aku tambah lilin yang di lantai,dan akhirnya yang di lantai diinjak ama Setiti. Aku dan dia ketawa terus,,sambil bingung gimana caranya biar yang dikue tadi mati.
Akhirnya kue tadi dibiarkan saja lilinnya hidup, dan blum sampe perayaan lilinnya udah mati parahnya lagi kue hampir ikut terbakar. Selanjutnya bagian tengah kue tadi harus dibuang soal e udah gosong.
Jadinya perayaan tadi pakai kue bolong dan hanya pakai 1 lilin bekas yang diinjak Setiti gara gara insiden itu.
Jadi merasa bersalah banget aku,,apalagi kalau inget pengen ketawa terus.
Gak pa pa ya yang penting doa nya,heheheheheh

Setiti,,selalu ada cerita denganmu tu.

Kamis, 20 November 2014

IBU Semoga ENGKAU SABAR

Rasanya melihat beban mu aku tak sanggup. Entah apa yang salah dengan cara mendidikmu, kurasa tak ada yang salah. Tetapi mengapa adik jadi begitu. Mungkinkah karena kemanjaan dari kami yang membuatnya menjadi seperti itu. Semoga engkau sabar menghadapinya,, membuatnya sukses. Kami hanya mampu mendoakanmu, diberi kekuatan mendidik,menuntun serta mengarahkannya menjadi pribadi yang lebih baik.
Semua cara telah kami lakukan untuk membuatnya lebih baik. Tapi kami merasa gagal, kami bukan kakak yang pantas menjadi teladan baginya. Hanya dengan caramu Ibu, yang mungkin bisa mengembalikan ia. Rasanya kami malu pada diri kami, padamu, pada mereka,. Aku hanya ingin melihat ia, rajin sekolah mampu menggapai mimpinya, membuat ibu bangga, menunjukkan pada dunia dan berkata "aku berhasil ibu"
Air mata ini mengalir menemani untaian kata ini. Ketakutanku akan kehilanganmu ibu, melihatmu sekarang pun ingin aku gantikan posisi mu.
Aku tahu dirimu hanya pura-pura tersenyum,tapi hatimu sungguh pahit. Aku tak ingin melihatmu jatuh sakit hanya karena memikirkan ia. Tuhan tahu kemampuan hambanya menanggung semua beban Ibu. Tuhan akan selalu ada buat mu. Dan waktu yang akan menjawab semuanya, Ia akan tahu arti kehidupan sebenarnya.

"ABDAN ZAKI TRINOTDEQ" Harusnya kamu bisa mengemban amanat yang tersemat dalam nama mu itu. Tunjukkan pada semua bahwa "AKU BISA"
Jangan kau buat ibu selalu menangis karena mu

Rabu, 05 November 2014

PELUK Q TUHAN

Tuhan,rasanya hanya ingin menangis tapi tak tahu apa yang ingin ditangisi. Aku tak bisa menafsirkan apa yang sedang aku rasakan. Entah itu sedih,kecewa,marah,egois,emosi atau apa lah. Aku tak mengerti.
Aku hanya ingin memejamkan mata sebentar saja, lalu aku terbangun dengan suasana dan motivasi baru. Melupakan yang lalu, karena aku terlahir kembali.
Aku ingin ketenangan hidup,,tak ingin memikirkan yang terlalu menguras hati.Aku tak kuat memikirkan semua ini secara bersamaan. Tuhan bantu aku bertahan untuk tahun-tahun kedepan, beri aku semangat yang berlipat ganda.
Hanya dengan kekuatanmu semua bisa terlalui.

Minggu, 14 September 2014

Melancong Part 2 with SETITI

Hemsss,,hari ini 14 September,hari yang sang ku nanti. Ya aku dan Setiti dari dulu emang udah berencana ingin jalan-jalan ke Solo naik kereta. Maklum baru mau pertama ini aku dan dia naik kereta.
Kalau ini temanya melancong beneran,,soalnya kita belum tahu mau ke mana di Solo tak ada teman yang tahu. Asal jalan aja nantinya.
Kita janjian bertemu di stasiun wates jam 6, yang datang duluan harus antri beli tiket prameks dulu.
Dan kebetulan yang sampe duluan di stasiun tu aku,,ya udah deh aku beli tiket prameks duluan.
Menunggu Setiti menjadi saat2 yang mendebarkan,,,knapa gak datang2.
Jam setengah 7 baru deh tu anak keliatan hidungnya, tinggal menunggu kereta datang.
Jam 7 keretanya datang,,saat masuk ternyata di dalam sudah penuh dengan orang-orang. Terpaksa kami bersiri,untungnya hanya sampai stasiun tugu setelah itu kita duduk.
Hemss,,,rasanya seneng bgt bisa kesampaian naik kereta.
Jam 9 sampai di stasiun Purwosari Solo,sesampainya di sana kita berencana membeli tiket tapi belum boleh dibeli.
Alhasil kita melanjutkan perjalanan ke pasar Klewer dengan Batik Solo Trans. Emang kalau pergi2 dengan peta buta tu,,rasanya gimana gitu. Gak tahu arah,kebingungan itu yang kam rasakan. Nyampe pasar Klewer aja nyasar. Haduhhhh
Ditambah lagi dengan udara yang begitu panasnya. Habis dari Klewer nganterin Setiti ke tempat pacarnya di Solobaru. Di sini lagi kita kebingungan,,pokoknya pengalaman yang begitu terkenang lah.
Akhirnya di jemput juga ma pacarnya,,,nyampe kostnya langsung tepar.
Sempat sih kami berdebat untuk beli tiket pulang,,,dan diputuskan pembeliannya seperti waktu di stasiun wates. Yang dianter duluan yang beli,,,

APAKAH YANG TERJADI??

Kebetulan aku lagi yang duluan,,aku langsung antri di loket kereta lokal. Nyampe di depan loket,jawaban yang tidak mengenakan sekali.

MAAF MBK TIKET PRAMEKS KE WATESNYA HABIS,,,,,,

aduhhh harus gimana ini pulangnya,,ngebis lama??
rasanya tu campur aduk,,
Tinggal tiket bengawan 50 ribu nyampe wates. Setelah,,bicara sana-sini dengan Setiti dipastikan kita pulang dengan Bengawan yang lebih cepat.Kalau naik bus bisa sampe malem nyampe wates.
Dan akhirnya kita naik Bengawan jam 15.25 sampe wates jam 16.47.
Pengalaman yang mengasyikkan dan menyenangkan,,,tapi lain kali kalau ingin naik Prameks mending cari lebih awal kalau mendadak gak akan kebagian deh,,
Pecaya aku,,,

Besuk lagi destination kita kemana Setiti??

Kamis, 04 September 2014

NEVER SAY GOODBYE

Sahabat, 7 kata yang memiliki makna begitu besar bagiku. Dari sahabat aku menemukan cinta yang senantiasa melindungi, menyayangi, perhatian dan selalu membuat kangen aku. Sidney, dialah orang yang selama ini ada di dekatku. Kami saling mengenal semenjak sekolah dasar. Bunga-bunga cinta dan kasih sayang yang terus mekar, menyatukan kita di bangku SMP. Tetapi perbedaan kasta menyulitkan langkahku dan Sidney untuk bersama. Ayahnya menentang hubungan kami, karena aku anak orang miskin. Tetapi bagiku kaya dan miskin itu sama saja, kita sama-sama manusia. Ku akhiri tulisan curahan hati di buku diaryku dengan untaian doa. Suara Ibu memanggilku bersamaan dengan aku menutup rapi buku diaryku. Setiap pukul 16.00 aku harus membantu Ibu untuk mengantarkan baju laundry. Biasanya Sidney tak pernah absen menemaniku mengantarkan baju laundry, tetapi dia tadi berpamitan katanya mau basket bersama teman-temannya.
“Linshi pulangnya jangan malam-malam ya” nasihat Ibu.
“Ya Bu. Secepatnya Linshi pulang kok “.
Setelah bersalaman dengan Ibu, aku keluar dan mengayuh sepedaku dengan barang bawaan di keranjang sepeda. Aku bersepeda menyusuri jalanan kota yang mulai macet sore hari. Terkadang aku berpikiran mengapa aku hidup seperti ini, harus bekerja keras untuk mencapai semuanya. Sedangkan orang-orang yang kulihat mereka hidup serba enak. Naik mobil mewah, makan enak di restaurant, tak pernah merasakan teriknya matahari dan dinginnya hujan. Suara handphone berderinng menyadarkan lamunanku.
    “Hallo Sidney” kataku.
    “Iya baru dimana Lin?”
    “Ini antar baju. Ada apa ya tumben telepon”
    “Aku kangen kamu. Kita ketemu di taman ya”
    “Tapi Sid” kataku ragu-ragu
“Ibu? Nanti aku telepon dia untuk minta ijin. Kamu tenang aja pasti dapat ijin kok. Jangan lupa ya Linshiku sayang”
Sebetulnya bukan Ibu yang aku khawatirkan, tetapi Ayahmu. Kalau dia tahu pasti marah besar. Tetapi aku tak bisa berkata seperti itu, aku hanya dapat berbicara dalam hati. Aku bergegas mengayuh sepedaku menuju taman, tak ingin keduluan Sidney.
    Tetapi ternyata aku salah, dia telah menunggu di taman. Melihat senyumannya, semakin membuatku bersemangat. Aku langsung menghampiri dia dan duduk disampingnya.
    “Capek ya?” katanya sembari membelai rambutku. Aku hanya tersenyum, aku tak ingin membuatnya menganggapku lemah. Aku kuat dengan keadaanku, aku yakin Tuhan telah memiliki rencana yang indah nantinya karena Dialah sang pemilik scenario terindah.
    “Maaf ya aku tak bisa menemani kamu sore ini”
    “Gak pa pa. Kan baru sekali, biasanya juga menemani terus kok”. Sidney mampu membuat lelahku menghilang. Tiba-tiba dia terdiam, raut wajahnya terlihat serius. Ia memandangku dalam.
    “Sid, kamu kenapa? Melamun?” ia kaget mendengar kataku.
    “Lin…” dia terlihat bingung dan gundah ingin memulai berkata. Aku pandangi dia terus, tiba-tiba dia menarik tubuhku dan memeluk erat. Aku semakin bingung dengan sikapnya. Dia tak pernah seperti ini sebelumnya.
“Aku  tak ingin berpisah darimu” terdengar lirih kalimat itu tetapi jelas aku mendengarnya.
    “Linshi  maafkan aku, aku tak akan bisa menjagamu lagi”
    “Maksud kamu?” tanyaku penasaran.
“Aku…aku akan ke Belanda. Ayah yang meminta aku melanjutkan sekolah di sana” Sidney terdiam. Aku pun hanya menunduk, nafasku serasa berhenti di
kerongkongan. Darahku pun tak mengalir, terasa membeku dan jantungku berhenti berdetak. Hanya air mata yang tak sadar telah menetes. Tubuhku lemas tak berdaya. Sidney dengan lembut menghapus air mataku, tapi bukan itu yang ku mau. Air mata ini akan terus menetes karena kepergianmu. Apa yang aku takutkan selama ini terjadi juga, ayahmu akan terus berusaha untuk memisahkan kita. Entah itu sekarang atau besuk.
Xxx
    Aku langsung berlari ke kamar setelah meletakkan sepedaku. Serasa aku telah diterbangkan keawan dan langsung dijatuhkan ke dasar jurang.
    “Linshi, kamu sudah pulang?” aku tak menjawab pertanyaan Ibu. Aku menyembunyikan mukaku ke dalam bantal, ku tak ingin Ibu mengetahui. Ibu mendekat di sampingku, melihat ke arahku.
    “Linshi, kenapa menangis?” walaupun aku berusaha menutupi tapi akhirnya Ibu tahu. Aku langsung memeluk erat Ibu, belaiannya begitu hangat bagiku dan menenangkan diri ini.
    “Ibu, Sidney akan pindah ke Belanda” kataku seraya terisak. Wajah Ibu sedikit terlihat sedih namun ia tidak begitu kaget.
    “Linshi, dengar Ibu nak. Ibu pernah kan bicara sama kamu kalau kita itu tidak seperti keluarga Sidney. Kita hanya hidup sederhana. Dari dulu ini yang Ibu takutkan, Ayah Sidney tetap akan memisahkan kalian. Bukannya Ibu tidak setuju, Ibu hanya ingin kamu tidak sedih nantinya. Dan kita juga harus tahu diri, nak” Kata Ibu seraya mengusap lembut air mataku. Ibu menatap aku dalam, ia ikut merasakan betapa aku sedih.
    “Linshi, Tuhan telah merencanakan yang terbaik untuk kalian. Jika memang kalian berjodoh, maka dalam keadaan apapun pasti kalian akan bertemu kembali” Ibu mencoba menguatkanku. Dalam keadaan seperti ini, aku memang sangat membutuhkan sosoknya. Ibu yang senantiasa ada di saat aku bahagia, maupun terpuruk. Dia tetap berusaha membuatku tertawa, walaupun candaannya tak begitu lucu. Buaian-buaiannya mampu membuatku tenang. Dan aku pun tertidur pulas di pangkuannya.
Xxx
    Hari ini Minggu aku malas beranjak dari tempat tidur. Bukan karena hari ini libur, melainkan hari ini hari terakhir aku akan melihat Sidney. Entah kapan lagi aku akan melihatnya kembali.
    “Linshi, katanya mau mengantarkan Sidney ke bandara. Kenapa belum siap-siap?” sapa Ibu di balik pintu. Aku hanya terdiam mungkin wajahku sudah sembab, mataku sudah besar-besar. Inginku tak bertemu Sidney jika ini hanya perpisahan. Tapi aku tak ingin mengecewakan Sidney. Mungkin Tuhan ingin menguji kebersamaan kita.
    Aku berjalan keluar kamar, kurasa sudah rapi penampilanku hanya saja mata ini besar-besar sekali.
    “Linshi……”  sapa Ibu dari belakang. Aku menengok ke arahnya. “Yakinlah Tuhan memberikan yang terbaik. Jangan buat Sidney bersedih dengan perpisahan ini” pinta Ibu. Aku hanya mengangguk. Kugayuhlah sepeda, teman setiaku. Jarak rumah dan bandara memang tidak terlalu jauh. Lebih baik pakai sepeda yang tidak kena macet dan yang terpenting tidak keluar uang. Pesan Ibu yang selalu ku ingat, janganlah mennghambur-hamburkan uang. Memang karena keadaan ekonomi memaksa aku dan Ibu harus memperlakukan uang secara hati-hati. Sidney telah menungguku di terminal 2A keberangkatan. Setelah ku parkir sepedaku aku berlari ke dalam mencari-cari terminal 2A. Maklum saja aku baru kali ini masuk bandara. Akhirnya dari kejauhan aku melihat Sidney yang berdiri gusar. Aku berjalan pelan-pelan, tak kuasa aku mendekat.
    “Sidney…”panggilku. Sidney pun menoleh ke arahku dan berlari memelukku. Tak kuasa air mata ini menetes kembali.
    “Sidney, apa yang kamu lakukan?” bentak Ayahnya seraya menarik Sidney dari pelukkanku.
    “Ayah,,, aku sudah mengikuti kemauan Ayah. Jadi kali ini Ayah harus mengerti aku. Hanya saat ini terakhir kali aku bertemu Linshi. Maaf Ayah, bukannya aku ingin kasar dengan Ayah” bentak Sidney. Ayahnya langsung terdiam, dia kembali duduk. Aku masih sesenggukan menangis. Sidney terus berusaha menghibur aku, tetapi kesedihan hati ini tak kan terobati jika kamu tetap pergi. Saat-saat terakhir pun tiba. Tapi genggaman tangan ini tak ingin aku lepaskan.
“Never say Goodbye”kata Sidney seraya berjalan masuk boarding room. Tangannya lama-kelamaan mulai tak tergapai olehku. Dan tangan itu pun lepas dariku, aku tak mampu mempertahankannya.
“Sidney……” teriakku bersamaan dengan tangisku yang pecah. Perasaanku hancur seketika, aku tak bisa membayangkan mungkinkah aku akan bertemu dia kembali. Jika kami berjodoh nantinya mengapa Tuhan harus memisahkan kita dulu, mengapa Tuhan tak menyatukan kita di waktu sekarang, mengapa Tuhan membiarkan kami saling tersakiti.
Air mata ini masih belum mau berhenti. Hari ini menjadi hari yang begitu buruk untukku. Ibu melihatku yang masih berbaring di kamar.
“Linshi, bersedih itu boleh asal jangan terus-menerus. Mana anak Ibu yang bersemangat baja ingin jadi penulis, kuliah di Belanda dan mengajak Ibu jalan-jalan keliling dunia” rayu Ibu. Mendengar kata-kata Ibu aku jadi mendapatkan suntikan energy. Entah mengapa setelah mendengar kata-kata Belanda aku jadi bersemangat. Mungkinkah karena aku ingin bertemu Sidney atau memang karena ini mimpiku. Entahlah.
Aku bangun dan memandang wajah Ibu. Tangan lembutnya mengusap pipiku. Senyuman hangat Ibu menambah semangatku. Aku memeluknya erat dan kami larut dalam perbincangan hangat mengenai mimpi-mimpiku. “Bermimpilah karena Tuhan kan memeluk mimpimu”. Kata-kata itu yang menjadi motivasiku selanjutnya.
xxx
Aku lanjutkan jari-jemariku menari di atas keyboard. Menulis, kegiatan yang menjadi penghapus lara hati ini. Hatiku mulai bimbang kembali, menngapa Sidney tak ada kabar. Sidney hanya memberiku kabar saat setelah sampai di Amsterdam. Setelah itu dia menghilang. Ku kirim email tak ada balasan, sms tak dibalas, pesan facebook, twitter, whatshap dan BBM semuanya tak dibalas.
“Lin,,melamun” kata-kata Ibu mengagetkanku yang diam di depan laptop.
“Mikirin Sidney lagi” tebak Ibu.
“Nggak kok Bu. Cuma mengapa tak ada kabar dari dia”
“Katanya nggak, itu namanya masih mikirin. Ingat pesan Ibu, sekarang fokuslah pada mimpimu dan beasiswa Belanda itu”. Apa yang di katakan Ibu memang benar, aku harus membuktikan pada semuanya bahwa aku bisa.
1 hari, 2 hari, 1 minggu, 2 minggu, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan entah sampai kapan Sidney tak ada kabar. Seiring jalannya waktu, ingatanku mulai tergantikan oeh segudang aktivitasku. Sebentar lagi novelku selesai dan segera launching. Hadiah yang begitu indah menggantikan kepergian Sidney. “Never Say Goodbye” kata yang pernah terucapkan oleh Sidney. Sampai sekarang aku tak mengerti makna kata itu. Apa gunanya Sidney mengucapkan itu bila tak dapat menepatinya.
Xxx
Hari ini waktu yang aku tunggu. Pengumuman beasiswa itu, aku berharap mendapatkannya mengingat perjuangan ku saat ingin melakukan tes. Waktu itu aku terlambat dan waktu yang tinggal 45 menit, aku memelas untuk tetap dapat mengikuti tes. Aku pantau terus layar laptopku, tak ingin aku tertinggal akan sejarah hidupku. Dan namaku tertera di Univercity of Amsterdam fakultas Sastra. Kabar yang akan membuat Ibu bangga setelah berita novelku yang diminati banyak pembaca.
Keberangkatanku ke Belanda tinggal menghitung jam namun tiket pesawat yang sangat berharga lupa ku simpan di mana. Aku dan Ibu sibuk mengobrak-abrik seisi rumah mencari selembar kertas bernilai itu.
“Ibu, mungkinkah Tuhan tak meridhoi kepergianku” kataku lemas. Ibu hanya terdiam mendengar ucapanku. Sejenak aku terdiam mengingat dimana aku meletakkannya. Kulihat buku biru muda yang aku simpan rapi di bawah meja belajarku, ya diaryku. Ternyata tiket itu aku selipkan disana bersama dengan foto Sidney. Lamunanku kembali melayang dan Ibu hanya diam memperhatikanku.
Pagi hari yang ku tunggu, secerah hatiku. Ibu memang tak bisa menemaniku sampai Belanda namun aku merasa Ibu selalu di sampingku. Perjalanan 14 jam Jakarta – Amsterdam ku lalui sendiri dengan Garuda Airlines. Sesampainya di Amsterdam aku langsung mencari asrama tempat tinggalku.
Pagi pertama di Amsterdam, dan hari ini aku memulai aktivitas pertamaku untuk presentasi mengenai novelku di hadapan mahasiswa lainnya. Pagi ini aku berharap membawa keberuntungan bagiku. Aula telah siap menyambutku dengan pengunjung pun telah memadati arena.
“Please welcome to Linshi Nourah Naryomi” kata pemandu acara saat menyebut namaku. Aku mulai memperkenalkan diriku dan aku kaget saat ku lihat seperti Sidney di barisan penngunjung. Mungkin hanya mirip, toh lama aku tidak melihat wajahnya kemungkinan wajahnya telah berubah. Ku selesaikan tugasku dengan baik dan lancar. Tiba-tiba tanganku di tarik seseorang di depan pintu saat akan keluar.
“Linshi” aku menoleh ke belakang saat mendengar panggilan itu.
“Sidney” kataku pelan. Kami saling menatap seperti pertama bertemu. Dia kemudian mengajakku ke taman. Aku merasa canggung karena lama tak berbicara dengannya.
“Segitu mudahkah kamu melupakan aku. Dan begitu mudahkan kamu meminta maaf. Tak tahu kah aku begitu kehilanganmu” kataku.
“Oke aku minta maaf, aku ingin menebus semuanya”. Mendengar Sidney menjabarkan segala alasan membuatku tak pantas jika aku menghakiminya. Apa yang dia lakukan untuk melindungi hubunganku dengan dia dari Ayahnya yang kasar. Sidney menyodorkan jari kelingkingnya tanda ia berjanji padaku. Aku balas dengan ikatan jari kelingking dan bibir kami sama-sama berucap “Never Say Goodbye”. Tuhan mempertemukan kita kembali dengan skenarioNya

Senin, 01 September 2014

SENIN KAMIS

Setelah keputusan itu aku buat,,aku merasakan kegundahan hati yang begitu berat. Perasaan belum ikhlas masih ada dalam benak ini.Perasaan tidak tenang selalu menghantui,belum lagi kebingungan dalam pendaftaran CPNS.
Ya,Tuhan ada apa denganku.Aku ingin kembali seperti dulu.
Merasakan kedamaian batin,,
Beruntung aku masih bisa mengingat jika keadaan seperti ini apa yang harus aku lakukan.
Masih ada Tuhan bukan yang setia mendengar keluh kesah kita?
Masih ada lantai bukan tempat kita bersujud untuk mengadu?
Yaps,,aku mulai kembali menjalankan puasa senin kamis yang 2 tahun terakhir jarang aku jalankan.

Hati ini serasa damai,,tidak ada pertengkaran batin. Pertanyaan2 ke Allah sedikit demi sedikit mulai terjawab.

Hidup ini menjadi lebih berwarna.
Aku kembali menemukan jati diri yang hilang.

Dekatkan diri pada Tuhan,,semua akan terasa ringan

Sabtu, 16 Agustus 2014

SATUKAN DALAM PERBEDAAN,,JANGAN BEDAKAN YANG SATU

17 Agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita....masih ingat kan lagu itu?? kebangetan banget kalau gak ingat.
Bangsa Indonesia baru bersuka cita nih menyambut hari kemerdekaan RI. Semarak kemerdekaan bergema dimana-mana.
Rasanya merinding saat mendengar lagu kebangsaan bergema.
Di usia yg ke 69 ini semoga keadaan negeri ini menjadi lebih baik lagi. Tak ada lagi saling serang,,rakyat hanya ingin kenyamanan. Tak ada lagi kaum minoritas yang di kucilkan. Kita ini satu bangsa yang memang memiliki beragam budaya,suku,ras dll. Jangan sampai hanya gara-gara itu terjadi perpecahan.
Bersatulah dalam perbedaan
Jangan pernah bedakan yang satu,,
Dengan bersatunya rakyat maka segala cita akan terwujud,,,,

MERDEKA INDONESIAKU

Kamis, 14 Agustus 2014

Oh no,,,,,!!!!!!

Pagi ini rasanya apes,,,gak juga sih. Malu ya sedikit yang jelas takut..
Pernah ngrasain nggak,,pas lagi asyik2nya naik motor tiba-tiba motornya mati mesin.
Yah itu yg aku rasain tadi,,dan beruntungnya sudah dekat dengan tempat tujuan coba kalau masih jauh bisa nangis beneran aku.
Sempet panik juga,nih motor knapa?
Waktu tak ulang stater gak nyala-nyala,,kayaknya masalah nih ma akinya.
Oh No,,,,kalau harus ganti aki,,,
Beruntung deh ada mbk Tami tadi,,
Tu motor langsung distandar 2,,trs digenjot dan untungnya nyala..
Kayaknya memang hanya kurang panas saja,,masak belum ada 1 tahun dah minta ganti aki..

Kalau kalian nemuin kayak gini,,jangan panik deh.
Langsung standar 2 aja,,trs digenjot nanti hidup lagi kok..
Itu karena mesin aja yang kurang panas...

Tapi kalau mati di tengah jalan haduh gimana ya,,
Aku kan gak bisa genjot,,huhuhhuhuhuhhuh

Senin, 11 Agustus 2014

UNTUKMU MERAH PUTIH

Dalam hidup ini tak ada manusia yang sempurna. Begitu juga denganku,,sebagai anak bangsa aku masih belum bisa memberikan hal yg terbaik dlm hidup ini. Malah kadang sering terbersit di benak ini pikiran2 yang menjelek-jelekan orang lain. Dibangdingkan dengan mereka yg bertaruh mati-matian untuk negeri ini. Kalian bisa lihat dengan jelas,,Timnas U-19 yang menang akan disanjung-sanjung,,dipuji-puji oleh semua nya. Bahkan semua media akan memuat beritanya tak henti-henti.Semua orang datang mendekat,,dimanakah mereka sebelum kemenangan itu?? Lihat saat mereka kalah,,semuanya akan mencibir mereka. Tak ada lagi dukungan, yang ada hanyalah saling menyalahkan. Dimanakah mereka???
Harusnya mereka datang dan memberikan support di saat mereka down,,,bukan membuat mereka makin down. Renungkanlah,,
Apa yang telah kau berikan bagi merah putih sehingga bisa mencibir mereka?
Dimanakah hati nurani kalian,,bayangkan jika kalian di posisi mereka.


JANGAN LIHAT HASIL LIHATLAH PERJUANGAN MEREKA UNTUK MERAH PUTIH

Sabtu, 09 Agustus 2014

APA SIH CINTA?????

Disaat aku merasa sendiri,,kadang terlintas dibenakku sebenarnya apa arti CINTA...Makanankah? Minumankah? atau sesuatu yang tak dapat dilihat.
Kalau menurutku sih cinta merupakan rasa kasih yg dimiliki setiap orang. Makanya bisa dibilang Cinta itu PEDULI. Bukan sekadar omongan dan bentuk gambar lope lope yang katannya bentuk hati. Hati aja belum tentu berbentuk lope lope. Cinta dengan Sayang itu beda tipis,,aku sendiri aja tak bisa membedakan. Masih bingung dengan perasaan sendiri...
Mengapa mereka mudah mengatakan CINTA tapi nyatanya mereka menyakiti. tak peduli,,selalu hanya memberikan harapan. Cinta itu selain peduli,,harus ada kepastian menurutku..jadi tidak menggantung. Cinta itu tidak egois juga,,mengerti satu sama lain.
sehingga tercipta rasa nyaman..
mungkin masih banyak lagi hal-hal mengenai Cinta,,
CINTA TAHU KEMANA HARUS PULANG,,,,jangan khawatir..

Senin, 04 Agustus 2014

MELANCONG PART ONE,,,,,,,

Yogyakarta,,kota beribu kenangan. Rasanya ada yangn kurang jika pulang ke Jogja tapi tak melancong ke setiap sudut kota.
Kebetulan hari ini libur terakhirku dan lebaran hari ke 4. Dari dulu aku ingin ke TAMAN SARI YOGYAKARTA. Aku ajak soulmate ku mbk Yuli dan adikku, kasihan kalau ke Jogja tapi tak diajak keliling Jogja. Dari rumah aku berangkat jam 8 pagi, lewat jalur utara sekalian menjemput mbk Yuli. Walaupun masih pagi jalanan telah padat merayap,,soalnya masih hari lebaran. Jalan pelan-pelan aja biar selamat. Berhubung aku belum pernah ke Taman sari maka mbk Yuli lah yang menjadi petunjuk jalan.

Pukul 08.45 kami sampai di Taman sari,,masih lumayan sepi lah. Loket tiket pun belum buka,,,jadi kami putuskan lewat pintu samping. Kami langsung menuju lorong-lorong,,aku takjub baru kali ini soalnya berwisata ke sini.


Keluar dari lorong kami menuju benteng,,karena belum sarapan kami putuskan untuk mencari makan terlebih dahulu. Katanya  adikku tadi dia melihat penjual makanan dari atas benteng. Kami pun turun,,saat berjalan menuju tempat makan aku terheran-heran ternyata wisata Taman sari ini di dalam komplek rumah-rumah penduduk. Kok bisa ya????????
Aku masih penasaran,,kami pun keliling Tamansari dari ujung ke ujung dan rasa penasaranku semakin membesar.
Yang semakin membuat rasa kagum pada tempat ini, saat kami menuju bangunan MASJID yang di dalamnya terdapat SUMUR GUMULING, di sebuah lorong terdapat anak-anak Jogja yang memainkan alat music dan berdendang menyanyikan lagu YOGYAKARTA milik BAND UNGU. Seketika terasa istimewa bagiku, bersyukur aku hidup di YOGYAKARTA. Warga yang tinggal di dalam komplek taman pun ramah-ramah dan lingkungannya dibuat nyaman untuk berwisata.
Semakin siang semakin ramai saja,,,sebetulnya aku masih ingin berlama-lama di tempat itu. Berhubung mbk Yuli dan adikku minta diantarkan ke KERATON JOGJA, kami mengakhiri perjalanan di TAMANSARI.
TAMANSARI,,WAITING ME,
I WILL GO BACK

Selasa, 29 Juli 2014

THE CRAZYYYY PARTYY

Bersamaan dengan kumandang takbir aku mulai menyalakan lilin itu. Ya,, hari ini 27 July merupakan ulang tahun ke 19 mu dan esuk hari merupakan lebaran. Aku pun tak menyangka akan jadi party heboh,,,pasti dirimu juga tak menyangka akan mendapat surprise dari kita-kita.
Saat kembang api mulai dinyalakan aku keluar membawa kue tart beserta lilin yang menyala. Lagu happy birthday mulai ku nyanyikan saat didepan pintu.
Semua yg di luar langsung berteriak. waaahhhhhhh
Kamu hanya ketawa-ketawa sendiri kayak orang gila. Ku minta untuk tiup lilin, dan setelah itu colekan cake mendarat di pipimu. Kita mulai kejar-kejaran sayangnya saat cake akan ku bawa masuk dari arah berlawanan datang si tuyul sambil berlari. Jadilah cake jatuh di tanah.
Sayang juga sih terbuang tapi mau gimana lagi. Kita buat aja untuk lempar-lemparan. Semua jadi ikut kena deh,,,,
Mulai dari rambut, baju, wajah, lengan aduhhhh hilangnya susah sekali....
Crazyy party beneran..
Tapi berkesan
Hanya itu yang dapat kita beri semoga kan selalu terkenang

WISH U ALL D"BEST

Jumat, 25 Juli 2014

CELOTEH ANAK BANGSA

Hemssss,,,,, tanggal 09 Juli kemarin kita udah berpesta demokrasi. Tanggal 22 Juli kemarin hasil pun telah keluar. Nomor urut 2 berhasil mendapatkan amanat dari rakyat Indonesia. Tapi mengapa antar pendukung masih saling mengejek. Kalau dilihat kebanyakan malah pendukung nomor urut 1 yang tidak menerima hasil ini. Bukannya aku ingin mendukung salah satu kubu, aku tak mendukung Prabowo maupun Jokowi. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang aku lihat maupun dengarkan di lingkungan sekitar. Miris,,, memang dengan keadaan negeri ini.
Ku rasa salah satu calon belum mengerti arti pertandingan. Belum mengerti arti menang maupun kalah. Bukankah seorang pejuang sejati itu berani mengakui kekalahan. Jika memang merasa dicurangi,,TUNJUKKAN BUKTI-BUKTI tersebut yang akurat sehingga bisa dicari kebenarannya. Bukan hanya ngomong sana-sini. Dimanakah letak seorang negarawan yang dulu mantan TNI?????????
Untuk yang menang jangan terus menyombongkan diri,,di depan masih ada tantangan yang lebih besar. Amanat seluruh rakyat Indonesia harus dijalankan begitu janji-janji dulu yang terucap. Tiupan angin akan terasa semakin kencang pada pohon yang semakin tinggi dan tinggi. Begitu pula dengan hidup Anda,, selesaikan amanat rakyat yang diberikan pada Anda. Jangan kecewakan kami,, tunjukkan pada mereka yang mencibir Anda bahwa Anda mampu,
Kita sekarang telah memiliki pemimpin baru untuk 5 tahun ke depan. Harusnya kita mendukung dan membantu kinerjanya, bukan malah saling ejek. Aku yakin kalian-kalian ini berpendidikan bukan seorang preman. Kalian masih bisa berpikir dengan akal,,mendengar nazar2 kalian membuatku miris. Kalian berani sekali membuat nazar yang kalau tidak kalian tepati kemungkinan Tuhan akan menagihnya di akhirat kelak. Ada yang mau potong kelamin, jalan PP dari Jogja-Jakarta, pindah warga Negara, murtadlah, gantung diri lah mungkin masih banyak lagi. Jangan fanatic deh,,ingat kita itu masih satu BENDERA MERAH PUTIH belum berubah, semboyan kita juga masih BHINEKA TUNGGAL EKA berbeda-beda tapi tetap satu jua kan, IDEOLOGI kita juga masih sama yaitu PANCASILA, UUD pun masih sama UUD 1945. Tapi mengapa kalian masih saling bermusuhan hanya karena kalian kalah.

Harusnya kita sebagai rakyat mendukung penuh pada pemerintahan yang ada sekarang. Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu bersaing di kancah internasional.


Sabtu, 19 Juli 2014

KEMUNAFIKAN

Pelangi indah di telan mendung
Hitam kelam dalam kegelapan
Manisnnya kata-katamu
Melambungkan diriku
Buatkku yakin bahwa engkau berlian
Diantara ribuan emas
Yang cahayanya silaukan mata
Kau sembunyikan semua kemunafikan
Lidah, hati, otak tak pernah sejalan
Kau munculkan wajah bersahabat
Tapi hatimu bagai duri di hatiku
Aku benci, muak
Bertahan dalam kondisi ini
Membuatku sakit
Bisakah kamu seperti ini
Bukan kamu yang dulu
Atau hanya akku tak tahu dari dulu

NO title

Rasanya tega bener jika orang yg kita percaya selama ini malah menghancurkan kita. Seperti bunglon yang bisa menjelma jadi siapa pun.

Tuhan tidak tidur, Tuhan tahu mana yg benar. Tuhan akan menunjukkan kebenaran yang sebenarnya. Dalam sujudku aku masih dapat mengadu kepadaNya. Menenangkkan hati dan pikiran yang kalut.
Mencoba mengikhlaskan segalanya agar semua lancar. Toh apa yang kita miliki sekarang tak akan kekal abadi kaya edel weis,,kapan pun dimana pun jika Tuhan berkehendak maka akan hancur seketika.

"Tuhan ampuni dosa hambamu ini yg selalu membicarakan keburukan orang lain. Bantulah hamba untuk ikhlas, lapangkan hati hamba. Tenangkan selalu hati ini, jauhkan dari rasa iri dan dendam. Lancarkan segala pekerjaan hamba, lancarkan study hamba. Lancarkan dalam hamba mencari pekerjaan yg lebih mapan. Sehatkan hamba dan kedua orang tua hamba. Bantu hamba dalam mewujudkan segala mimpi2. Jadi kan hamba pribadi yg lebih baik, yang selalu menyayangi sesama. Tuntun hamba menuju jalanmu"

Aminnn

Sabtu, 12 Juli 2014

MimPI,,,,,,,,,,,,,,Part One

Bicara soal mimpi,,,siapa sih yg gak punya. Setiap orang pasti punya mimpi yg ingin di raih.
Begitu juga dengan aku. Ku ingin tuliskan beberapa mimpi yg menjadi asa dalam jiwa ini,,,,,

1. Lulus SI dg predikat CUMLAUDE
2. Dapat pekerjaan CPNS yg menjadi mimpiku selama ini
3. Kuliah lagi S2, pingin bgt di London kalau gak Belanda
4. Pergi Haji sama Bapak dan Ibu
5. Sekolahin adik sampe Sarjana
6. Perbaiki rumah untuk orang tua
7. Buat rumah sendiri
8. Buat usaha sendiri
9. Beli mobil
10. Menikah with pesta yg mewah dg uang hasil jerih payah sendiri
11. Honeymoon ke Perancis
12. Bangun sekolah untuk anak-anak jalanan
13,14,15,16,17,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,episode selanjutnya


Ku tahu mimpi2 yg ku sebutkan di atas tak kan pernah tercapai tanpa dukungan dari kalian

Thanks for my parent's semua yang kau berikan kepadaku tak dapat dinilai lagi karena begitu banyaknya. Ku kan coba menjadi yang terbaik bagi kalian.

Thanks for my plend  semua dorongan dan dukungan kalian dari awal yang menggerakkanku. kau hapus air mata ini saat menetes dan kau ikut tertawa bahagia saat ku gembira.

Thanks for someone 

Thanks for semua teladanmu. Hidup ini memberikan beribu-ribu arti bagiku. Thank you for................... yang telah memberikan warna di hidupku. masa-masa bersamamu yang berkesan walaupun hanya sebentar dan kau tiba-tiba menghilang. Berkat dirimulah ku bersemangat mengejar apa yang menjadi mimpiku. Ku kan tunjukkan padamu bahwa ku mampu jika suatu saat kita bertemu kembali. Ku kan berkata bahwa ku telah berhasil.
Masih teringat betul akan pertemuan saat itu dan perpisahan yang kau tutup beribu-ribu kenangan indah itu dengan "BERTAHAN" FIVE minutes.


"I hope can see your smile again for me""



meMOrY..........

Semalem rasanya suntuk bgtttt,nget nget. Aku jadi ingat untuk obrak-abrik buku diaryku. Saat ku temukan aku buka-buka dan ku baca tulisanku tahun 2011. Ya tulisan waktu aku masih di Batam. Kalau si Setiti tahu pasti dia kan bilang MOVE ON mbk. Aku sendiri aja ampe cari lagunya AUTORION yg MOVE ON agar bisa ngilangin dia perlahan.
Sekarang tu bukannya aku gak bisa MOVE ON, aku hanya ingin mengenang saja.. Sedikit demi sedikit dah bisa MOVE ON kok,,,,
Kalau baca ini aku jadi senyum sendiri,,kok bisa ya?????


Ku rindu, sangatlah rindu
Atas apa yang dulu pernah kita rasakan
Saat indah bersama takkan pernah ku lupa
Meskipun engkau kan melupakanku begitu saja
Kau yang memberikan warna di hidupku
Saat malu-malu waktu bertemu
Caper,bikin jealus bahkan rela jalan mondar-mandir
Demi melihat kamu
Pesta perpisahan itu yang selalu ku kenang
Dan itu merupakan persembahan terakhir darimu
Dan kau sekarang lebih memilih dia
Walaupun ku tak pernah tahu alasanmu
Ku mohon engkau takkan 
pernah besar kepala lagi
Mungkin ku hanya cerita 
Masa lalu seperti hembusan angin saja
Tapi ku masih kan boleh berharap kelak kan kembali 

Walaupun tak seperti semula yang sebagai sepasang insan yg sedang kasmaran??????????

Rabu, 09 Juli 2014

AMNESIA

Amnesia merupakan penyakit lupa ingatan. Amnesia bisa dikatakan ringan dan berat. Penyakit ini biasanya menyerang seseorang yang kepalanya terkena benturan.
Tetapi mengapa denganku??????
Aku seperti mengalaminya,,,,
atau aku hanya pelupa saja.....
Rasanya jengkel bingitttttt kalau bertemu dengan seseorang dan kita pernah kenal tapi lupa namanya.
Hati ini rasanya gimana gitu,,,mengapa otak tak bisa di ajak kompromi...
kalau sudah lama tak jumpa sih wajar kita lupa namanya.
Lha ini bisa di bilang baru kemarin sore bertemu dan berbisnis,, waktu ketemu lagi di tempat lain hanya bisa senyum-senyum mengingat siapa dia.
Saat ditanya,,masih kenal kan mbk?
Rasanya ingin teriakkkkkk
kenapa dengan otakku mengingat aja susah...

Sebel sekali sudah beberapa kali seperti ini...
Moga aja ini hanya karena aku kebanyakan pikiran jadinya hal-hal kecil dilupakan
hufftttttttttt

09 JULI 2014

09 Juli 2014, aku kembali harus merasakan kepedihan seperti beberapa tahun silam. Harusnya ini menjadi hari yg bahagia buatku. Tapi nyatanya tidak. Hari ini kau buatku menangis. Tak tahukah apa yg kurasa.
Sebegitu teganya kau biarkan q seperti ini. Mungkin memang aku yg terlalu bodoh, terlalu bodoh menilai apa yg kau perlihatkan.
Setiap kali mengingatmu rasanya sakit. Sakitnya di sini,,sesak sekali. Kenapa kamu kembali lagi padahal dulu telah melupakan semuanya. Kau kembali kan melambungkan aku dengan mimpi2mu. Terus kau menghilang kembali, kau acuhkan aku. 

Rasa sakit ini tak kan berakhir. Lebih baik aku mundur perlahan dari langkahku. Bukan berarti aku membenci dirimu, aku hanya ingin mengobati luka ini.
Biarkan kisah ini berakhir di bulan Juli.  Ku yakin semua kan lebih baik.


Tuhan kan selalu melindungiMu, itu doaku untuk mu. :) :)
 

TERIMA KASIH TUHAN

Aku bersyukur bisa dilahirkan di dunia, menghirup udara bebas. Walaupun aku lahir dari keluarga yang tak kaya, itu tak menjadi masalah. Karena selama kita masih mau berusaha Tuhan senantiasa membantu. Aku anak pertamaa dari 3 bersaudara, lahir 13 Mei 1993. Orangtuaku memberi nama Suwasmi tapi temen-temen biasa memanggil Asmi. Kalau di SMK malah sering dipanggil Mamy. Adikku yang paling kecil suka panggil Mbak Ami. Jengkelnya lagi kakakku dan adikku yang besar sering manggil Mol atau Wasmol. Menyebalkan sekali dah.
Keterbatasan ekonomi mampu memberi pelajaran bagiku, aku jadi mandiri berusaha membanggakan orang tua. Membanggakan , iyap dari kecil aku selalu berusaha membuat Ibu dan Bapak tersenyum. Tak ingin aku melihatnya menangis, karena itu akan sangat menyakitkan. Mengetahui keadaan yang memang sederhana aku berusaha tak menuntut.
Aku selalu berusaha membeli sesuatu yang ku inginkan dari uang saku yang aku sisihkan. Sewaktu masuk SMA aku semakin merasakan getirnya hidup. Ibu harus membiayai aku dan adikku bersamaan. Padahal apa yang ditanam belum tentu berhasil panen, kalaupun panen belum tentu harganya baik. Aku sering mendengar Ibu sedikit mengeluh karena tak punya uang untuk member uang saku. Sedangkan jika tak ada uang saku, aku tak bisa berangkat karena aku naik bis 2 kali. Jika sudah begitu aku harus menggunakan uang tabunganku.
Sampai suatu ketika aku memilih naik sepeda. Aku minta dibelikan sepeda walaupun itu second. Alasanku saat itu bisnya susah. Jika pulang butuh waktu berjam-jam padahal bukan itu. Aku hanya ingin menghemat, Ibu dapat mengurangi jatah uang sakuku. Aku kadang merasa sakit jika melihatIbu harus berutang hanya untuk memberiku uang saku. Akhirnya permintaan  sepedaku terkabul. Aku mulai sekolah yang berjarak +/- 7 km dengan sepeda. Bisa kalian bayangkan jika waktunya pulang jam 12 atau 1 siang, panasnya di atas ubun-ubun. Atau jika hujan deras, dinginnya seperti apa.
MENGELUH??? Tidak pernah. Aku tak ingin dianggap lemah, aku ingin menguatkan mereka.
IRI DENGAN TEMAN yang naik motor??? Tidak pernah juga. Justru aku ingin membuktikan bahwa aku mampu berprestasi walaupun miskin. Toh motor, yang mereka gunakan milik orang tuanya. Lagian banyak kawand2 yang naik sepeda, jika kita pulang bersama-sama maka suasana jadi riang gembira.

Terima kasih Ibu karena didikanmu aku jadi mengerti arti hidup  yang sederhana. Menghormati, menghargai dan saling mengasihi di antara orang yang tak punya. Walaupun dulu kita sering diejek orang lain, bahkan sewaktu Ibu dan Bapak minta bantuan pada seseorang tapi malah dicemooh rasany sakit sekali hati ini. Bahkan kita menangis bersama karena pulang2 Ibu menangis, tapi hatimu begitu mulia masih berpikir positif dan memberikan support padaku. Itu yang menjadi cambukku untuk segera bangkit. Biarlah kata orang, kita lupakan saja selagi kita tidak merugikan orang lain.

Terima kasih Tuhan telah memberikan aku kedua orang tua yang begitu mengasihiku di saat suka dan duka. Telah  memberikan pelajaran dalam hidup yang begitu berarti. Aku lahir ke dunia ini karenaMU.

 


Minggu, 06 Juli 2014

MENGAPA DENGAN Q

Entah mengapa hari ini ada perasaan yang aneh dalam diriku. Biasanya aku cuek aja dengan semua yang aku rasakan. Tapi hari ini aku merasa lain. mungkin kah aku mengingkari perasaanku sendiri. Sesungguhnya hanya aku sendiri yang tahu tapi aku terlalu bodoh karena tak bisa menerjemahkan perasaan ini. SUNGGUH AKU SEPERTI MENYIKSA BATINKU SENDIRI.
Kadang teman-teman curhat kepadaku mengenai masalahnya dengan pasangannya. Aku pun berusaha untuk memberikan nasihat yang terbaik memberikan semangat padanya. But when I'm alone aku merasa sebagai PECUNDANG. kata-kata yang sungguh miris di dengar. Kadang aku tak dapat melaksanakan sendiri apa yang telah aku ucapkan. harusnya jika aku bisa menjadi dokter cinta bagi kawand-kawand aku juga harus bisa menjadi dokter cinta bagi diriku sendiri.
Memang sekarang tak ada bahu tempatku untuk bersandar, tapi aku masih punya lantai tempat ku bersujud  kepada Tuhankku Yang Maha Kuasa. Dia yang Maha Tahu segalanya, jika aku telah mengadu padanya hati ini terasa tenang. tak ada beban sama sekali.
"Tuhan,peluklah aku dalam kesendirianku. damaikanlah hati ini bila sedang gundah. hanya Engkau Dzat Yang Maha Tahu. Kirimkanlah malaikat-malaikatmu untuk selalu menjaga ku. jangan Kau biarkan air mataku ini menangisi hal-hal yang tak berguna. Aminn"

Mari sholat dulu kawand ;)

Sabtu, 05 Juli 2014

SECERCA HARAPAN



Kala mentari mulai bersembunyi
Lembayung mulai menampakkan warnanya
Petang pun kian beranjak datang
Tubuhmu baru bangkit

Dari tempat peraduan nasib


Harusnya engkau sudah menikmati
Udara sore
Duduk santai di teras rumah
Tubuhmu kian renta
Keriput-keriput di wajahmu mulai tampak

Satu kebanggaan dari dirimu
Semangatmu takkan pernah luntur
Untuk orang-orang terkasih
Kau tahu mereka kan jadi
Secerca harapan
Tuk mu di kemudian hari

INDAH SORE ITU


Sang mentari mulai bersembunyi di ufuk barat
Garis-garis  kuning sang lembayung
Mulai menampakkan diri
Hembusan angin sore membelai lembut setiap rambut
Terasa sejuk di kulit hingga ke dalam tubuh
Deburan ombak pantai yang pelan
Membawa kenyamanan di dalam hati
Lambaian daun-daun pohon nyiur
Seakan mengucapkan salam perpisahan
“ Sampai Jumpa “ sore itu
Ya Rabb, kusaksikan betapa indah lukisan
Yang Engkau buat untuk umatMu
Bagaikan kanvas lebar yang dibentangkan
Dilukis oleh pakarnya
Yaitu Engkau Ya Rabb
Takkan ada yang bisa menyamaiMu
Engkau Maha Sempurna tas
Segala-galanya

RETAK

Embun mendidih dalam bejana

Dijerang matahari hendak menghangatkan bumi

Bukankah semestinya sejuk menyentuh kemarau

Dan asampun menetes di atas luka

Tak seharusnya berskenario di kelembaban pagi

Ku yakini kisah tak peran utamakan diri sebagai suatu kebenaran

Mungkin akan merasuki atau malah menghitamkan

Dan suara biarkan saya memaki

Nanti juga akan pergi bersama koloni hitam

Yang selalu memutihkan diri berselubung bersingkap untuk diri sendiri

Dengan ringan kau kadarkan bulir keringat semangatku

Pada kelebihan yang mengangkuhkan jiwa

Seakan mampu membeli harga diri

Tanpa sadar dari mana hulu menafaskannya

Miris, akan jadi apa setelah itu

Dan yang ku takutkan itu kini telah terjadi




KENANGAN MANIS

Aku ingin membagi pengalaman selama menempuh banngku sekolah mulai dari taman kanak-kanak sampai SMK yang telah lumayan lama aku tinggalkan. Aku ingin mengenang kembali seluruh kenangan manis yang ada. Entah mengapa rasanya berat untuk meninggalkan sekolah, tetapi ini merupakan tantangan masa depan yang memang harus dijalani. Rasanya ingin kembali ke bangku sekolah bersama kalian kawand,;)
Bercerita mengenai pengalaman, aku rasa semua orang mempunyai itu. Bahkan bagi mereka ada suatu peristiwa yang tak terlupakan. Contohnya ni aku,,,
Mulai dari TK peristiwa yang ada masa itu ialah saat jari telunjukku terkena gunting temanku. Guntingnya sih tidak begitu tajam, tapi setelah mengenai tangan darahnya tidak berhenti-berhenti. Bahkan semua teman TK ke inget sampe sekarang. Kalau lagi ngumpul suka diledekkin sama mereka (malu kan). Disekolah TK waktu tterkena gunting aku tak menangis, tapi sampe di rumah aku menangis sejadi-jadinya. Pasti kalian juga punya pengalaman seru lainnya.
Lanjut ke SD, di SD inilah aku mulai mengukir prestasi sekolah. Perjalanan terlama di bangku sekolah selama 6 tahun. Banyak kejadian yang sulit terlupakan. Satu peristiwa yang menyebabkan aku merasa bersalah selama ini.  Saat percobaan IPA menggunakan ulat. Aku dan teman-teman cewek memang membenci teman satu kelas, cewek juga. Entah siapa yang memasukkan ulat-ulat dalam toples ke dalam laci cewek yang aku benci. Memang awalnya aku berencana, tapi siapa yang memasukkan aku tak tahu. Temanku langsung menangis dan guruku langsung menanyakan kenapa kok menangis. Dia langsung mengeluarkan toples ulat  itu dari dalam laci. Guruku langsung menanyakan siapa yang melakukan, tapi semuanya hanya diam ketakutan termasuk aku. (Bandel ya dulu aku). Dan aku inget banget waktu les, tiba-tiba dia pulang dan datang lagi bersama bapaknya. Tiba-tiba bapaknya marah-marah pada kami, aku bingung padahal tak ada yang mengejek anaknya. Aku biarkan saja, bapaknya ngomel terus. Sampai sekarang aku masih sedikit radak jengkel kalau ke inget kejadian itu. Aku pun keluar dari SD dengan predikat rangking 1 mengalahkan dia yang dari kelas 1-3 dia yang menduduki rangking 1.
Sampai juga SMP. Aku masuk kelas favorit. Disinilah aku mengenal sosok seseorang yang sampai sekarang tak terlupakan. Dialah yang sampai sekarang mampu membuat akku untuk semangat maju dan selalu belajar, mungkin dia tak tahu itu. Banyak kenangan yang aku dapat mulai dari kebersamaan dan saling menyayangi di antara 38 siswa. Yang aku inget saat seorang  teman laki-laki dikelasku tidak punya tas dan sepatu (karena rusak) dan ia tidak mampu membeli kami sekelas memberikan kado tas dan sepatu pada hari ultahnya. Betapa senangnya dia. Aku juga mendapat pembelajaran berharga. Aku bangga pada dia Kak Marcelina, dia sosok seorang yang mempunyai semanngat baja. Walaupun fisiknya cacat tapi ia tak pernah putus asa. Saat hendak masuk SMP ia dibantu seorang guru agar dapat sekolah di situ, memang ia tak bisa berjalan. Nasib berpihak padanya, akhirnya dia sekolah di situ bahkan dia termasuk murid berprestasi. Setiap pagi dan sore hari orang tuanya setia mengantar dan menjemputnya. Menggendong masuk dan keluar kelas. Teman-temannya pun setia membantunya, setiap ada pelajaran di luar temannya siap mendorong kursi rodanya yang laki-laki juga mau mengangkat kursi rodanya jika jalannya naik turun tangga. Dia pintar melukis, bahkan pernah mewakili sekolah dalam lomba lukis, akhirnya ia pulang membawa piala.
Saat lulus ia mampu meraih nilai yang sangat baik, sayangnya saat mencari sekolah SMA banyak yang menolak karena ia cacat. Seorang guru SMA merasa simpati dan akhirnya dengan caranya ia masuk salah satu SMA walaupun tak favorite. Kegiatan di SMA itu aku tak tahu. Sampai aku mendengar berita ia sakit setelah UNAS tahun 2010 dan kritis. Tepat setelah ijasah ia terima ia meninggal dunia. Aku merasa kagum betapa besar semangatnya walaupun penyakit it uterus menggerogoti tubuhnya tapi ia tetap melanjutkan sekolah
Aku menjalani sekolah di SMP dengan sepi setelah sosok seseorang penyemangat itu lulus tahun 2007. Dengan semangat ingin cepat lulus dan bertemu dengannya lagi, aku belajar sungguh-sungguh. Tapi pikiranku mulai buyar selama setahun terakhir di SMP. Teman cowok satu kelasku selalu menggangguku, entah apa yang dia inginkan. Bahkan sampai temenku cewek sedikit benci denganku karena kedekatanku dengan cowok tersebut. Aku tak peduli lagian aku tak begitu suka dengan dia. Entah kenapa hatiku masih berharap aku dapat kembali dengan sosok itu sampai sekarang. Seperti tak ada yang mampu menggantikan dia atau hanya diriku yang tak bisa membuka hati untuk yang lain. Entahlah
Selama 1 tahun, aku merasakan bahwa berartinya sebuah persahabatan mengapa baru tahun-tahun terakhir aku merasakan lekatnya sebuah persahabatan. Mengapa kita baru merasa akrab di saat waktu akan berakhir. Aku dan teman-teman yang terutama temanku si Gendut (sorry ya) kami selalu jalan bareng. Tetapi kami harus berpisah karena hasil UNAS menunjukkan kami lulus 100%, seneng deh. Kepada teman-teman SMP, aku minta maaf ya atas segala kesalahanku. Kalau dinget-inget aku memillih untuk tetap duduk di kelas 2 SMP apalagi saat kegiatan KIR bareng2, seru banget deh.
Setelah lulus aku berencana untuk melanjutkan ke sekolah SMA (aku ingin kuliah). Tetapi apa daya aku masuk SMK untuk memenuhi permintaan ibu. Tak apalah aku merasa senang banyak teman walaupun kebanyakkan cewek. Aku ingin selalu mengingat kalian.
~ Si Endah    : si jenius bahasa Inggris, yang selalu memberikan ceplas-ceplos tapi selalu memberikan semangat
~ Si Ewin    : jeritannya selalu mengagetkan semua yang ada, kadang-kadang centil tapi kadang-kadang juga bersikap dewasa
~ Si Cepty    : nih anak yang tega kalau sedang jengkel ma temen ngomongnya sesuai apa yang ada di hati, tapi nih anak soulmateku di UNAS dalam satu ruangan.
~ Si Dora    : nih anak juga sama sifatnya dengan cepti. Tapi dia pemarah, kalau sedang marah atau sedang membaca trus bukunya diminta dia langsung melempar buku tersebut. Ngeri kan dengernya.
~ Si Anya    : hu,,,hu,,hu dia yang selalu membuatku tersenyum, tapi dia kadang-kadang membuat aku harus mengingat kembali kenangan masa SMP. Kangen denger ocehannya yang minta dicariin papi. Ada-ada aja ya
~ Si Sri        : ih,,, yang satu ini lebaynya minta ampun, udah gitu dia cepet marah dan yang pasti kayak anak kecil. Upsss sory plend
~ Si Atik    : yang katanya kepala suku oleh Pak Wineto. Memang sih sifatnya keibuan banget
~ Si Ratri    : ni anak sukanya becanda tetapi memang asyik orangnya. Kadang-kadang pendiem (soalnya sibuk sms an ma yayang) he,,,he,,,he,,,
~ Si Ratih    : kalau udah ngomong ma dia harus hati-hati soalnya dia ngomong pakai bahasa krama inggil. Kadang-kadang susah sih, tapi beruntung bisa buat temen-temen lebih sopan.(so sweet)
~ Si Indra    : jangan salah, namanya memang cowok tapi dia cewek. Anehnya temen-temen suka memanggil dia dengan sebutan Mas,,, termasuk aku. Aneh ya,,,kasian juga sih
~ Si Dwi sup    : nih soulmatenya Indra juga. Jarang banget dia gabung ma teman-teman kalau cerita paling sama gengnya.
~ Si Mira    : yang ini juga satu geng sama Indra. Dia masih bisa bercanda ma temen-temen. Ni anak juga pinter walaupun belum banyak yang tahu.
~ Si Ana Ar    : kalau nginget dia, aku jadi inget kata-kata Nicho “kamu ngerasa nggak lox ana ar itu gimana gitu? Ia seperti anak borjuis” hahahhahhahaha,,,pengen ketawa sendiri aku. Aneh ya memang sih Ana Ar itu anaknya pendiem dan lagi yang membuat dia terlihat aneh itu karena pipinya tembem. I’m sorry plend
~ Si Ana Is    : anak ini centil banget, dia humoris. Kalau lagi serius, dia serius banget dan yang paling dikenal ma temen-temen ialah dia cepet mendapatkan pengganti jika sudah putus dengan pacarnya seperti sudah punya cadangan. Heheheheheheheh
~ Si Tika    : “Tik,, aku berdoa agar kamu menjadi lebih baik, lupakan masa lalu yang kelam”. Jadi keinget pada masa itu, kami semua merasa kasihan dan selalu ngedukung loe. Dan pesanku lagi “jika punya masalah, ceritalah kepada kami selaku temanmu, jangan pendam sendirian”. Ku yakin sekarang pasti kau telah sembuh.
~ Si Yanti    : aku kagum sama ni anak, semangat dan kerja kerasnya telah merubah arah pikirku selama ini. Walaupun belum tentu benar tapi ni anak berani untuk mengungkapkannya, bahkan malah sering buat seluruh isi kelas tertawa ngakak…
~ Si Hanuna    : aku juga kagum sama dia, nia anak gak pernah maen. Di sekolah jjuga gak pernah neko-neko. Berbakti banget deh sama ortu. Dia merupakan tempat curhatku.hehehehe
~ Si Dwi Les    : ni anak patut diacungi jempol juga, dia sering ngebantu ortunya di sawah. Tapi kadang-kadang kalau lagi upacara dia sering gak tahan jadinya mau pingsan.
~ Si Avia    : si pahlawan olahraga,,,,,,sorry ya Vi,, kalau aku sering marah2 saat ngajarin kamu. Ni anak kalau udah di lapangan cool abis. Pengen jadinya seperti dia
~ Si Eka    : si penggemar kucing,,,, ni anak juga udah kelihatan keibuannya. Masukannya selalu menjadi penyemangat
~ Si Okta    : lucunya anak ini kalau lagi ngomong cause selalu sambil tertawa. Gak nyangka kamu juga perhatian ma ku, jauh-jauh ke rumahku untuk menjengukku yang abis jatuh dari motor.
~ Si Lisa    : si menthel di kelas, yang suka dandan,heheheheh sory ya lis. Walaupun begitu tapi kau masih tau batasan, salut deh
~ Si Yuli     : anak yang punya tahi lalat di hidung,,,hehehehehh. Pendiem, tapi tak menyangka aku bisa kenal dia lebih dari sekadar teman bahkan udah jadi saudara. Makasih ya sobat udah nemenin hari-hariku. Tetap semangat, setiap masalah ada jalan keluar kok.
~ Si Surya    : anak pendiem, kalau ngomong ma dia kadang gak kedenger coz omongannya pelan. Tingkah lakunya juga lemah lembut.
~ Si Lastri    : temen pertama yang bisa ngajak tertawa saat MOS. Dulu dirimu humoris, tapi setelah keluar dari geng Indra dirimu jadi pendiem.
~ Si Novi    : ni anka juga banyak ketawanya, ngomong aja sambil ketawa. Aku juga tak banyak tahu mengenai dia, orangnya sedikit tertutup.
~ Si Dari    : pemilik rambut panjang, kalau lihat dia yang diirikan ialah rambut panjangnya. Anaknya memang kayak masih kecil tapi dah punya pacar lhooo.
~ Si Nuraini    : salut ma dia, anak panti asuhan. Semangatnya terus terukir, anaknya juga agak-agak tomboy.
~ Si Winarsih    : anak berkacamata. Siapa yang menyangka kalau dia yang pertama kali melepas masa lajang. “selamat ya buat kamu” padahal di sekolah gak terlihat ganjen ma cowok tapi malah jadi pembukaan
~ Si Fitri Les    : anaknya terburu-buru banget kalau udah disuruh pulang sama seperti Dari. Anaknya pendiem di sekolah tapi ternyata di luar juga centil banget.
~ Si Fttriyani    : anak rohis, yag selalu jadi contekan kalau ngisi buku mentor. Makasih ya,,,,
~ Si Nicho    : kadang ni anak menyebalkan tapi kadang bisa diajak ngobrol. Maaf ya Cho kalau waktu ngajarin akuntansi aku suka marah-marah. Tapi kadang dirimu bikin ngakak,,
~ Si Wibi    : kecil-kecil yang sudah berani ngebandel, bolos, alpha dll. Tapi kalau gak ada dia kelas sepi banget.
~ Si Mifta    : ni cowok yang gak banyak ngomong. Sebenarnya kalau dah kenal enak juga diajak ngobrol. Jadi inget waktu ujian praktek agama, sama-sama nunggu lama dapat giliran terakhir pula.
~ Si Febri    : kalau dah nngomongin dia gak da habisnya. Apalagi kalau ulangan pasti kata-kata yang keluar untukku “ pinter ki ojo dipek dewe, koncone diwei turunane” pasti itu. Tapi aku merasa dia juga ngedukung 100% waktu aku ikut LKS.
Sorry aku ngecewain kalian,,,,
Sobat itula temen-temenku yang mengisi hari2ku selama 3 tahun. Sekarang tinggal kenangan, ingin rasanya aku mengulang kebersamaan bareng kalian. Ingatkah sobat waktu kita rame2 menyembunyikan hp nya Ratri dan aku yang megang, aku merasa bersalah banget. Isengnya teman-teman meminta tebusan keripik pisang 500 an yang dijual oleh Yanti. Aneh-aneh temanku
Dan saat tour ke Semarang tanggal 19 Desember 2009 kalau tak salah, rame sorakk-sorak saat bertemu dengan SMK 2 Yogyakarta. Padahal tak ada sebab, Cuma bis kita saling seling saja. Tapi aku merasa senang, dan anehnya lagi bis kita bertemu lagi saat perjalanan pulang di daerah Blabak, Magelang. Waktu itu bis sekolahku tiba duluan di daerah pusat oleh2 itu, dan tiba-tiba bis mereka langsung parker di samping kita. Kaget sekali sobat.
Kenangan memang tinggal kenangan, namun jangan pernah lupakan itu. Kita pernah bersama selama 3 tahun.
Kalau kata SLANK “TERLALU MANIS UNTUK DILUPAKAN”
Kalau kata PROJECT POP
“KAMU SANGAT BERARTI
ISTIMEWA DI HATI
SELAMANYA RASA INI
JIKA TUA NANTI KITA TLAH HIDUP MASING-MASING
INGATLAH HARI INI”




Sabtu, 21 Juni 2014

KU HARAPKAN SURGA UNTUKMU

Ribuan peluh keluar dari tubuhmu
Tetesan air mata yang keluar
Bukan tanda kelemahanmu
    Hanya saja aku yang merasa lemah
    Setiap kali melihat kalian menangis
    Bapak,Ibu
    Tak terhitung lagi pengorbananmu
    Tak kan pernah terbalaskan
    Oleh milyaran uang maupun
    Ribuan batang emas
Dalam setiap sujudku
Satu permintaan yang tak kan pernah ku lupakan
Semoga kelak surge kan menanti
Kehadiran kalian

PERJALANAN CINTA

PERJALANAN CINTA
    Handphoneku di atas meja tiba-tiba berdering. Pesan singkat dari Alit ku terima. Katanya akan ada acara traveling dari sekolah. Aku memang penyuka traveling terutama ke daerah pegunungan. Karena aku menyukai kesejukan udara, kehijauan lingkungan dan yang terutama jauh dari keramaian. Aku pun segera membalas pesan singkat tersebut, kami berkumpul di sekolah untuk membahas acara tersebut. Ku rasa pihak sekolah terlalu mendadak mengadakan acara ini.
    “Thea, akhirnnya kamu datang juga. Ku pikir kamu tidak ikut “ kata Alit saat bertemu denganku di koridor sekolah.
    “Gak lah, aku pasti ikut” kami berjalan bersama menuju meeting room. Ternyata anak-anak telah banyak berkumpul. Lama juga menunggu sang guru datang.
    “Siang semua anak-anak” sapa Pak Toro saat masuk kelas. Dan dialah yang akan bertanggung jawab atas acara ini.
    “Kalian sudah tahu kan, mengapa kalian berkumpul di sini. Acara ini hanya untuk orang-orang yang benar-benar mau mengikuti dan mau capek. Yang mau ikut segera daftar kepada bapak sekarang” ungkap Pak Toro seraya duduk di kursi guru.
    “Thea, lihat Daren ikut lho” bisik Alit saat melihat Daren berjalan menuju meja Pak Toro.
    “Biarkan saja” jawabku. Daren merupakan orang yang paling belagu di sekolah sekarang. Tetapi banyak memang yang mengidolakan dia. Dulu aku dan dia memang sempat pacaran tapi karena seseorang, hubungan itu hancur berantakan. Aku dan dia jadi memiliki jarak yang sangat jauh. Setelah hubungan kita kandas, Daren berubah total. Aku pun membencinya sekarang. Sering kami beradu mulut jika berhadapan. Sebenarnya aku masih belum mengerti mengapa dia berubah secepat itu. Bukan sifat dia yang sebenarnya. Jika Alit bertanya padaku apakah aku masih menyayangi Daren, ya aku memang masih menyayangi dia sampai saat ini. Sulit bagiku untuk melupakan dia walaupun dia telah membuat luka bagiku.
    Hari yang ditunggu pun tiba, traveling ke Bandung. Bis yang akan membawa kami pun telah terparkir di depan sekolah. Teman-teman mulai masuk ke dalam bis setelah diabsen oleh  Pak Toro dan ternyata aku masuk terakhir ke dalam bis. Aku melonggok-longgok mencari Alit, dia telah duduk dengan anak lain. Tinggal bangku yang ada di samping Daren yang kosong.
    “Misi Ren, geser dong” pintaku.
    “Kamu mau duduk di sini, masuk aja” jawabnya ketus.
    “Aku yang disamping aja”
    “Gak, kalau gak mau masuk ya udah gak usah duduk di sini”
Aku pun terpaksa masuk, tak mungkin aku berdiri dalam perjalanan jauh Jogja-Bandung ini. Sepanjang perjalanan tak ada kata yang terucap dari bibirku maupun bibirnnya. Kami seperti tak pernah mengenal sama sekali. Kadang kami hanya saling melirik. Aku menengok ke arah Alit dia sedang sibuk dengan gadgetnya, lama-lama aku bosen juga duduk dengan seorang yang seperti patung.
    “Ren, kamu gak bisa ngomong ya. Dari tadi diem aja. Betah amat” celotehku.
    “Cerewet kamu”
Baru kali ini aku mendengar jawaban Daren yang benar-benar ketus. Dia memang telah berubah. Sebenarnya apa salahku,mengapa dia begitu membenciku.
    “Ren,sebenarnya kamu ini kenapa? Apa salahku sama kamu? Kita memang sudah tak ada hubungan tapi jangan musuhan juga kali” omongku.
    “Aku kan sudah bilang berkali-kali tidak ada apa-apa” jawabnya. Emang dasar, yang namanya Daren itu selalu bikin meradang. Dibaikkin gak bisa, dikasarin apalagi. Mendengar jawabannya aku langsung diam. Aku ambil handsetku dan mendengarkan MP3. Tak ingin aku mengurusi satu anak ini. Aku anggap dia masa laluku dan pengalaman di hidupku. Suara MP3 ternyata membuat aku tertidur pulas sampai pagi.
    Kaget bukan kepalang waktu bangun, aku bersandar di bahu Daren. Mataku langsung melotot kearahnya.
    “Kenapa, kaget? Nyaman sekali ya tidurnya”
Aku memandanginya sambil cemberut. Untung bisnya telah sampai di lokasi tujuan. Aku langsung turun, ku tak ingin memperpanjang masalah dengan Daren. Kadang aku tak bisa membunuh perasaanku kepada dia, padahal dia sekarang tak peduli denganku. Setelah semua anak-anak turun, kami dikumpulkan jadi satu ternyata Pak Toro telah merencanakan kegiatan yang tidak kami ketahui. Kami akan berwisata menuju puncak dengan jalan kaki lewat hutan-hutan. Bahkan kami akan bersama dengan anak-anak dari Wonosobo, diharapkan kami dapat saling mengenal dan bersahabat satu sama lain.
    Ada seorang yang sangat menarik perhatianku. Dia pun ku rasa juga sering memperhatikanku. Mungkinkan aku kembali jatuh hati? Perjalanan pun dimulai aku berjalan di belakang anak-anak lain, aku ingin menikmati keindahan pegunungan. Sayangnya keindahan Bandung sekarang sangat berbeda, ku rasa Bandung lebih indah dulu. Dulu pembangunan belum seramai sekarang, kita masih bisa mengatakan Bandung kota Parisj Van Java nya Indonesia. Kalau sekarang jika kita mau menganggap Bandung Parisj Van Java mungkin harus berpikir dua kali. Suara seseorang tiba-tiba mengagetkanku dari imajinasiku tentang Bandung.
    “Hy,,boleh kenalan gak? Aku Askah “ kata cowok itu sambil menyodorkan tangannya.
    “Thea” kataku sambil menerima salam darinya. Perasaanku bercampur menjadi satu. Masih belum percaya kalau dia akhirnya mengenalku. Perasaan ini seperti dulu pertama kali aku mengenal Daren. Aku dan dia bicara panjang lebar, asyik juga ternyata orangnya. Kami bertukar no HP sampai pin BB. Tiba-tiba dia dipanggil teman-temannya yang lain. Hoby photographyku akhirnya keluar. Aku asyik memotret sana-sini, dan tanpa sadar aku kehilangan jejak teman-temanku. Tak ada satupun orang yang terlihat, kemana aku harus berjalan.
    “Alit…..Alit….Alit…dimana kamu?” teriakku memanggil-mangil Alit. Kanan-kiriku hanya hutan, aku lihat handphoneku tak ada sinyal. Aku harus bagaimana? Aku berjalan menurut langkah kaki, semakin lama semakin sepi. Air mataku tak dapat dibendung lagi. Aku takut di sini sendirian.
    Di Puncak, Pak Toro dan guru pendamping dari Wonosobo mengabsen muridnya.
    “Pak, Thea belum sampai” kata Alit gelisah. Yang lain langsung menengok ke arah Alit. Terlihat wajah gelisah dan panik dari Daren. Bagaimanapun juga dulu dia pernah menjadi orang special dalam hidupnya.
    “Terakhir dia sama siapa?” tanya Pak Toro.
    “Sama saya Pak, terus tadi saya dipanggil teman jadi dia dibelakangku” kata Askah. Daren langsung berjalan ke arah Askah dan menarik kerah bajunya.
    “Kamu tahu dia itu cewek dan belum pernah ke sini. Kenapa kamu tinggal, kamu cowok atau bukan” kata Daren naik pitam.
    “Sudah Daren, jangan bertengkar sekarang waktunya mencari Thea” lerai Pak Toro.
    “Kalau terjadi sesuatu dengan Thea, habis kamu” ancam Daren seraya pergi mencari Thea. Mereka berteriak-teriak menyebut nama Thea. Thea menangis ketakutan di bawah pohon, ia hanya memejamkan matanya tak berani melihat di sekelilingnya. Dia belum pernah ditinggal sendiri di tempat sepi apalagi hutan. Daren samar-samar mendengar tangisan Thea, ia memastikan sumber dari tangisan tersebut.
    “Thea…” panggil Daren.
    “Daren” Thea langsung berlari ke arah Daren dan memeluknya. Dalam hening Thea belum sadar siapa yang dipeluknya, namun tiba-tiba ia melepasnya.
    “Sory,,aku tak bermaksud” kata-kata Thea langsung di putus Daren.
    “Tidak apa-apa. Kamu tidak apa-apa kan? Ada yang luka?”
Aku masih heran, wajahku masih bengong. Daren bisa sekhawatir ini, mungkin kah ini dia? Daren pun langsung menarik tanganku mengajak berjalan menuju puncak. Yang lain pasti juga khawatir kalau kami tak segera kembali. Dalam perjalanan menuju puncak, sesekali aku bertanya pada Daren. Dan dia telah berubah kembali, dia hanya akan bicara jika ditanya itu pun jawabannya singkat, padat dan jelas. Saat sampai di lokasi semua orang langsung berkerumun ke arahku.
    “Thea kamu tidak apa-apa” tanya Alit. Aku hanya menganggukkan kepala. Aku melihat Askah, dia seperti cemburu saat aku kembali bersama Daren. Mungkinkah Askah telah jatuh hati padaku.Acara selanjutnya Barbeque party telah di mulai, aku duduk bersama Alit sedangkan yang lain asyik membuat makanan sesekali terdengar gelak tawa dari mereka. Alit asyik menceritakan mengenai sikap Daren tadi sore yang begitu khawatir. Dalam hati kecilku aku yakin kalau sebenarnya Daren masih menyayangiku. Entah masalah apa yang membuat dia seperti itu. Aku tak ingin terlalu berharap untuk kembali kepada Daren. Biarkan dia hidup dengan kehidupannya yang sekarang jika itu membuatnya bahagia.
    “Thea”panggil seseorang dari belakang. Aku dan Alit pun bersamaan menengok ke belakang. Alit pun langsung berpamitan pergi meninggalkan aku dan Askah.
    “Kamu” dia langsung duduk di sampingku. Awalnya kami hanya saling diam, tak ada kata yang terucap. Lama-kelamaan kami mulai saling mengisi kadang candaan keluar dari mulut kita. Kami sudah seperti lama mengenal padahal baru kemarin. Aku menangkap sifatnya yang penyayang, melindungi, menghargai, perhatian dan dia sopan. Aku banyak belajar dari dia. Hatiku mulai mengangis ketika dia membahas kalau besuk pagi kita akan pulang ke tempat masing-masing, aku ke Jogja dan dia ke Wonosobo. Aku baru sadar kalau sekarang itu hari terakhir kita bersama. Aku masih ingin bersamanya, melihat senyuman kebahagiaan di wajahnya. Malam ini aku tak bisa tidur, aku pandangi bintang dan rembulan di langit. Bintang dan rembulan pun ku rasa ikut bersedih melihatku bersedih. Setiap pertemuan memang ada perpisahan, tetapi mengapa harus sekarang. Tuhan memang tahu yang lebih baik, dengan kata-kata itu setidaknya bisa mengurangi kesedihanku sekarang ini.
    Pagi ini kami mulai berkemas-kemas. Bis telah menunggu kami di depan penginapan. Rombonganku dan rombongan Askah memang pulang bersamaan. Sebelumnya kami berfoto-foto untuk dijadikan kenangan, bahwa kita semua pernah bersama-sama. Bis mulai berjalan beriringan, saat itu aku masih bisa tenang karena kami belum berpisah. Aku masih bisa melihat bisnya berjalan di depanku. Kami pun masih sempat makan siang bersama di sebuah restaurant. Setelah makan siang Askah dan teman-temannya mulai berpamitan katanya setelah ini bis kita akan berjalan masing-masing. Bisku akan lewat jalur utara dan bis Askah akan lewat jalur selatan. Hatiku mulai sedih, aku tak bisa membayangkan waktu ini adalah kali terakhir melihatnya. Entah kapan lagi kita akan dipertemukan.
    Tuhan memang tahu apa yang ku mau, kita belum terpisahkan. Jalanan yang macet dan teriknya mentari membuat aku tak bisa tidur. Aku sibuk mendengarkan MP3. Saat kulihat jam tanganku waktu sudah masuk jam 18.00, aku sempat berpikir mungkinkah kedua bis ini akan sama-sama terus. Tetapi itu tak mungkin. Kami berhenti di sebuah pom bensin untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dulu. Selesai sholat Askah kembali berpamitan kepadaku. Hatiku tak mempercayai perkataannya, nyatanya tadi selesai makan siang kita tak berpisah. Aku masih berpikir positif saja.
    Saat sampai di tol Cirebon, bis Askah melaju lurus sedangkan aku berbelok ke utara. Disinilah aku mulai menangis, wajahku aku tutup dengan jaket. Askah langsung mengirim pesan singkat kepadaku “Kebersamaan kita sampai di sini. Semoga kelak kita dipertemukan kembali. Jaga diri baik-baik. Hati-hati di jalan ya” pesan ini semakin membuat hatikku pilu. Aku berusaha tegar tapi tak bisa.
    “Thea kamu menangis” tanya Alit.
    “Nggak kok” aku berusaha menutupi dari Alit. Aku tak ingin dia tahu.
    Kerinduanku pada Askah hanya bisa disalurkan lewat sms dan telepon. Aku ingin ke Wonosobo, tapi orang tuaku tak kan memperbolehkan. Askah pun ingin sekali bertemu denganku. Sampai pada waktu sebelum lebaran, ketika paman dan neneknya minta diantarkan ke Jogja untuk menjemput sepupunya. Ia langsung memberi kabar ke aku, betapa gembiranya aku. Akhirnya Tuhan mendengarkan doa-doaku. Kami pun berjanji bertemu di Malioboro, kota keramaian Jogja.
    Waktu yang ditunggu pun tiba, aku menunggu di taman Malioboro. Di wajahku terpancar kerinduan, ingin segera aku melepasnya.
    “Thea” sapa seseorang.
    “Askah….”panggilku. Tak disangka akhirnya kami dipertemukan kembali. Aku masih belum percaya bahwa Askah di sampingku. Kami saling berbagi cerita di sini.
    “Thea, boleh aku bertanya”kata Askah yang ku jawab dengan anggukan kepala.
    “Ketika siang bumi membutuhkan mentari untuk meneranginya, ketika malam bumi membutuhkan rembulan untuk meneranginya juga. Maukah kamu menjadi mentari dan rembulan yang selalu menerangi hatiku di siang dan malam hari?” tanya Askah lembut.
Aku terdiam sejenak, hatiku berbunga-bunga. Tapi aku malu untuk menjawabnya. Aku hanya mengangguk dan tersenyum,Askah langsung tertawa lepas dan memelukku. Aku merasakan sebagai orang yang paling bahagia saat ini.Walaupun jarak akan memisahkan kita kembali tapi aku yakin bunga-bunga cinta itu akan selalu mekar di hatiku maupun hati Askah.