Ku rasa salah satu calon belum mengerti arti pertandingan. Belum mengerti arti menang maupun kalah. Bukankah seorang pejuang sejati itu berani mengakui kekalahan. Jika memang merasa dicurangi,,TUNJUKKAN BUKTI-BUKTI tersebut yang akurat sehingga bisa dicari kebenarannya. Bukan hanya ngomong sana-sini. Dimanakah letak seorang negarawan yang dulu mantan TNI?????????
Untuk yang menang jangan terus menyombongkan diri,,di depan masih ada tantangan yang lebih besar. Amanat seluruh rakyat Indonesia harus dijalankan begitu janji-janji dulu yang terucap. Tiupan angin akan terasa semakin kencang pada pohon yang semakin tinggi dan tinggi. Begitu pula dengan hidup Anda,, selesaikan amanat rakyat yang diberikan pada Anda. Jangan kecewakan kami,, tunjukkan pada mereka yang mencibir Anda bahwa Anda mampu,
Kita sekarang telah memiliki pemimpin baru untuk 5 tahun ke depan. Harusnya kita mendukung dan membantu kinerjanya, bukan malah saling ejek. Aku yakin kalian-kalian ini berpendidikan bukan seorang preman. Kalian masih bisa berpikir dengan akal,,mendengar nazar2 kalian membuatku miris. Kalian berani sekali membuat nazar yang kalau tidak kalian tepati kemungkinan Tuhan akan menagihnya di akhirat kelak. Ada yang mau potong kelamin, jalan PP dari Jogja-Jakarta, pindah warga Negara, murtadlah, gantung diri lah mungkin masih banyak lagi. Jangan fanatic deh,,ingat kita itu masih satu BENDERA MERAH PUTIH belum berubah, semboyan kita juga masih BHINEKA TUNGGAL EKA berbeda-beda tapi tetap satu jua kan, IDEOLOGI kita juga masih sama yaitu PANCASILA, UUD pun masih sama UUD 1945. Tapi mengapa kalian masih saling bermusuhan hanya karena kalian kalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar