Aku bersyukur bisa dilahirkan di dunia, menghirup udara bebas. Walaupun aku lahir dari keluarga yang tak kaya, itu tak menjadi masalah. Karena selama kita masih mau berusaha Tuhan senantiasa membantu. Aku anak pertamaa dari 3 bersaudara, lahir 13 Mei 1993. Orangtuaku memberi nama Suwasmi tapi temen-temen biasa memanggil Asmi. Kalau di SMK malah sering dipanggil Mamy. Adikku yang paling kecil suka panggil Mbak Ami. Jengkelnya lagi kakakku dan adikku yang besar sering manggil Mol atau Wasmol. Menyebalkan sekali dah.
Keterbatasan ekonomi mampu memberi pelajaran bagiku, aku jadi mandiri berusaha membanggakan orang tua. Membanggakan , iyap dari kecil aku selalu berusaha membuat Ibu dan Bapak tersenyum. Tak ingin aku melihatnya menangis, karena itu akan sangat menyakitkan. Mengetahui keadaan yang memang sederhana aku berusaha tak menuntut.
Aku selalu berusaha membeli sesuatu yang ku inginkan dari uang saku yang aku sisihkan. Sewaktu masuk SMA aku semakin merasakan getirnya hidup. Ibu harus membiayai aku dan adikku bersamaan. Padahal apa yang ditanam belum tentu berhasil panen, kalaupun panen belum tentu harganya baik. Aku sering mendengar Ibu sedikit mengeluh karena tak punya uang untuk member uang saku. Sedangkan jika tak ada uang saku, aku tak bisa berangkat karena aku naik bis 2 kali. Jika sudah begitu aku harus menggunakan uang tabunganku.
Sampai suatu ketika aku memilih naik sepeda. Aku minta dibelikan sepeda walaupun itu second. Alasanku saat itu bisnya susah. Jika pulang butuh waktu berjam-jam padahal bukan itu. Aku hanya ingin menghemat, Ibu dapat mengurangi jatah uang sakuku. Aku kadang merasa sakit jika melihatIbu harus berutang hanya untuk memberiku uang saku. Akhirnya permintaan sepedaku terkabul. Aku mulai sekolah yang berjarak +/- 7 km dengan sepeda. Bisa kalian bayangkan jika waktunya pulang jam 12 atau 1 siang, panasnya di atas ubun-ubun. Atau jika hujan deras, dinginnya seperti apa.
MENGELUH??? Tidak pernah. Aku tak ingin dianggap lemah, aku ingin menguatkan mereka.
IRI DENGAN TEMAN yang naik motor??? Tidak pernah juga. Justru aku ingin membuktikan bahwa aku mampu berprestasi walaupun miskin. Toh motor, yang mereka gunakan milik orang tuanya. Lagian banyak kawand2 yang naik sepeda, jika kita pulang bersama-sama maka suasana jadi riang gembira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar