Sabtu, 05 Juli 2014

RETAK

Embun mendidih dalam bejana

Dijerang matahari hendak menghangatkan bumi

Bukankah semestinya sejuk menyentuh kemarau

Dan asampun menetes di atas luka

Tak seharusnya berskenario di kelembaban pagi

Ku yakini kisah tak peran utamakan diri sebagai suatu kebenaran

Mungkin akan merasuki atau malah menghitamkan

Dan suara biarkan saya memaki

Nanti juga akan pergi bersama koloni hitam

Yang selalu memutihkan diri berselubung bersingkap untuk diri sendiri

Dengan ringan kau kadarkan bulir keringat semangatku

Pada kelebihan yang mengangkuhkan jiwa

Seakan mampu membeli harga diri

Tanpa sadar dari mana hulu menafaskannya

Miris, akan jadi apa setelah itu

Dan yang ku takutkan itu kini telah terjadi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar