RETAK
Embun mendidih dalam bejana
Dijerang matahari hendak menghangatkan bumi
Bukankah semestinya sejuk menyentuh kemarau
Dan asampun menetes di atas luka
Tak seharusnya berskenario di kelembaban pagi
Ku yakini kisah tak peran utamakan diri sebagai suatu kebenaran
Mungkin akan merasuki atau malah menghitamkan
Dan suara biarkan saya memaki
Nanti juga akan pergi bersama koloni hitam
Yang selalu memutihkan diri berselubung bersingkap untuk diri sendiri
Dengan ringan kau kadarkan bulir keringat semangatku
Pada kelebihan yang mengangkuhkan jiwa
Seakan mampu membeli harga diri
Tanpa sadar dari mana hulu menafaskannya
Miris, akan jadi apa setelah itu
Dan yang ku takutkan itu kini telah terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar