Rasanya melihat beban mu aku tak sanggup. Entah apa yang salah dengan cara mendidikmu, kurasa tak ada yang salah. Tetapi mengapa adik jadi begitu. Mungkinkah karena kemanjaan dari kami yang membuatnya menjadi seperti itu. Semoga engkau sabar menghadapinya,, membuatnya sukses. Kami hanya mampu mendoakanmu, diberi kekuatan mendidik,menuntun serta mengarahkannya menjadi pribadi yang lebih baik.
Semua cara telah kami lakukan untuk membuatnya lebih baik. Tapi kami merasa gagal, kami bukan kakak yang pantas menjadi teladan baginya. Hanya dengan caramu Ibu, yang mungkin bisa mengembalikan ia. Rasanya kami malu pada diri kami, padamu, pada mereka,. Aku hanya ingin melihat ia, rajin sekolah mampu menggapai mimpinya, membuat ibu bangga, menunjukkan pada dunia dan berkata "aku berhasil ibu"
Air mata ini mengalir menemani untaian kata ini. Ketakutanku akan kehilanganmu ibu, melihatmu sekarang pun ingin aku gantikan posisi mu.
Aku tahu dirimu hanya pura-pura tersenyum,tapi hatimu sungguh pahit. Aku tak ingin melihatmu jatuh sakit hanya karena memikirkan ia. Tuhan tahu kemampuan hambanya menanggung semua beban Ibu. Tuhan akan selalu ada buat mu. Dan waktu yang akan menjawab semuanya, Ia akan tahu arti kehidupan sebenarnya.
"ABDAN ZAKI TRINOTDEQ" Harusnya kamu bisa mengemban amanat yang tersemat dalam nama mu itu. Tunjukkan pada semua bahwa "AKU BISA"
Jangan kau buat ibu selalu menangis karena mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar