q hanya ingin belajar menulis mengungkapkan isi hati,, maaf jika isinya kurang berkenan Thankss
Selasa, 12 Mei 2015
Kamis, 09 April 2015
rasa ITU akan selalu ADA
Walaupun bagaimanapun juga yang rasanya menyesal itu tak akan pernah hilang. Itu yang aku sendiri rasakan. Berbagai cara aku gunakan untuk menghapus semuanya, tapi sebagian kecil rasa itu akan tetap ada. Apalagi jika melihat orang lain yang menggunakan kesempatan itu, rasa itu akan semakin membesar muncul dalam diri ini.
Tuhan,bantu aku untuk bangkit kembali. Aku tahu rencana yang telah engkau siapkan lebih indah. Seharusnya kalau kita bisa berpikiran positif untuk lebih indah, mengapa harus negatif. Tetapi kebanyakan manusia memang seperti itu.
Ku belajar kembali untuk mendekatkan diri kepadaMu, mencoba memperbaiki pribadi ini. Jalan orang berbeda-beda, jika semua sama tak akan ada yang namanya kehidupan.
Tuhan,bantu aku untuk bangkit kembali. Aku tahu rencana yang telah engkau siapkan lebih indah. Seharusnya kalau kita bisa berpikiran positif untuk lebih indah, mengapa harus negatif. Tetapi kebanyakan manusia memang seperti itu.
Ku belajar kembali untuk mendekatkan diri kepadaMu, mencoba memperbaiki pribadi ini. Jalan orang berbeda-beda, jika semua sama tak akan ada yang namanya kehidupan.
Kamis, 26 Februari 2015
Melancong PART THREE
hemss rasanya tu seneng banget setelah kemarin Januari sempat gagal akhirnya tanggal 22 Februari 2015 aku jalan jalan juga ke Borobudur temple. Disaat pikiran baru penat,jelong-jelong akan selalu menjadi obat mujarab.
Berangkat pukul 07.00 pagi menyusuri jalanan sepanjang arah ke Nanggulan. Betapa indahnya pemandangan yang disuguhnya alam pada pagi hari,,dengan hamparan sawah luas,pegunungan yang membentang dari barat ke timur apalagi Merapi dan Merbabu nampak secara jelas. Udara pagi pun masih begitu segar di hirup.
Berbekal hanya feeling, kami terus berjalan mengikuti plakat yang ada. Soalnya baru pertama ini aku lewat jalan ini dan pertama kali nya aku ke Borobudur bahkan tanpa penunjuk jalan. Kata teman ku disuruh lurus aja mengikuti jalan. Sepanjang perjalanan berkelok2 melewati pegunungan,disuguhi bau durian yang dijual oleh warga sekitar. Bagi yang suka durian baunya sih oke oke saja tapi berhubung saya tidak doyan ya sudah baunya seakan menyiksa.
Saat perjalanan kurang lebih 5 Km,,kebingungan mulai melanda. Aku ambil jalan belok kiri sesuai plakat tapi saat ditengah jalan seperti ada yang aneh,,kami seperti melewati perkebunan. Aku putuskan kembali ke pertigaan semula dan bertanya di sana, belok kekirinya benar tapi setelah itu ambil yang kanan dengan jalanan yang sempit dan naik turun. Jalanannya pun rusak,,,kurang lebih 20 menit mengikuti jalan itu akhirnya Borobudur di depan mata.
Pukul 08.30 pagi sampai lah di Borobudur,,aku langsung cari toilet karena sudah tidak tahan. Setelah itu antri cari tiket masuk,aku beli 3 tiket kebetulan karena aku ajak kakak dan adikku. Saat hendak masuk, petugasnya tanya dari mana ngobrol2 bentar,dia nyuruh tiketnya yang satu dikembaliin aja kasihan anak kecil. Dan akhirnya dikembaliin sama kakakku,terima kasih ya pak atas bantuannya.
Saatnya melancong ke seluruh lingkungan candi,,hawa panas pun sudah tak terasa. Rasa bahagia dan takjub menjadi satu. Walaupun rasanya lelah naik turun tangga yang begitu tinggi tapi rasanya puas sekali. 2 jam berkeliling di candi terasa cepat dan kita harus melewati jalan yang begitu panjang dengan samping kanan kiri penuh dengan orang jualan oleh2.
Setelah keluar dari jalanan kita duduk2 dulu di taman untuk membuang rasa lelah dan masih sibuk berfoto ria.
Jam 10.30 pagi kita mulai keluar dari tempat wisata itu, kasihan sekali melihat adikku yang sudah sangat lelah harus berjalan lagi ke tempat parkir. Berhubung bensin sudah mau habis,kita cari pom terdekat. Saat akan pulang inilah aku benar2 bingung tak tahu arah. Bolak balik mencari jalan saat tadi berangkat tapi tak ada titik terang.
Saat mulai penat karena lelah dan juga panas,,akhirnya diputuskan melewati jalan yang ke arah Yogya depan pom tadi. Entah itu lewat ringroad atau lewat desa Kalibawang aku tak tahu yang penting jalan aja. Ada pertigaan lagi kita ambil yang ke arah Wates,,sebetulnya aku mulai ragu dengan jalanan itu tapi akhirnya bertemu juga dengan jalanan di Kalibawang. Malah lebih cepat pula,sayangnya dalam perjalanan pulang adikku malah muntah-muntah dan alhasil celana panjangku basah kena muntahan.
Dengan perjalanan naik turun gunung, akhirnya sampai juga di rumah jam 11.45 siang.
Andai aja suasana tak panas banget pasti tak begitu menguras tenaga..
Seneng juga akhirnya bisa melancong kembali,,22 FEBRUARI 2015
Bulan depan kemana lagi ya,,,,,,,,
Berangkat pukul 07.00 pagi menyusuri jalanan sepanjang arah ke Nanggulan. Betapa indahnya pemandangan yang disuguhnya alam pada pagi hari,,dengan hamparan sawah luas,pegunungan yang membentang dari barat ke timur apalagi Merapi dan Merbabu nampak secara jelas. Udara pagi pun masih begitu segar di hirup.
Berbekal hanya feeling, kami terus berjalan mengikuti plakat yang ada. Soalnya baru pertama ini aku lewat jalan ini dan pertama kali nya aku ke Borobudur bahkan tanpa penunjuk jalan. Kata teman ku disuruh lurus aja mengikuti jalan. Sepanjang perjalanan berkelok2 melewati pegunungan,disuguhi bau durian yang dijual oleh warga sekitar. Bagi yang suka durian baunya sih oke oke saja tapi berhubung saya tidak doyan ya sudah baunya seakan menyiksa.
Saat perjalanan kurang lebih 5 Km,,kebingungan mulai melanda. Aku ambil jalan belok kiri sesuai plakat tapi saat ditengah jalan seperti ada yang aneh,,kami seperti melewati perkebunan. Aku putuskan kembali ke pertigaan semula dan bertanya di sana, belok kekirinya benar tapi setelah itu ambil yang kanan dengan jalanan yang sempit dan naik turun. Jalanannya pun rusak,,,kurang lebih 20 menit mengikuti jalan itu akhirnya Borobudur di depan mata.
Pukul 08.30 pagi sampai lah di Borobudur,,aku langsung cari toilet karena sudah tidak tahan. Setelah itu antri cari tiket masuk,aku beli 3 tiket kebetulan karena aku ajak kakak dan adikku. Saat hendak masuk, petugasnya tanya dari mana ngobrol2 bentar,dia nyuruh tiketnya yang satu dikembaliin aja kasihan anak kecil. Dan akhirnya dikembaliin sama kakakku,terima kasih ya pak atas bantuannya.
Saatnya melancong ke seluruh lingkungan candi,,hawa panas pun sudah tak terasa. Rasa bahagia dan takjub menjadi satu. Walaupun rasanya lelah naik turun tangga yang begitu tinggi tapi rasanya puas sekali. 2 jam berkeliling di candi terasa cepat dan kita harus melewati jalan yang begitu panjang dengan samping kanan kiri penuh dengan orang jualan oleh2.
Setelah keluar dari jalanan kita duduk2 dulu di taman untuk membuang rasa lelah dan masih sibuk berfoto ria.
Jam 10.30 pagi kita mulai keluar dari tempat wisata itu, kasihan sekali melihat adikku yang sudah sangat lelah harus berjalan lagi ke tempat parkir. Berhubung bensin sudah mau habis,kita cari pom terdekat. Saat akan pulang inilah aku benar2 bingung tak tahu arah. Bolak balik mencari jalan saat tadi berangkat tapi tak ada titik terang.
Saat mulai penat karena lelah dan juga panas,,akhirnya diputuskan melewati jalan yang ke arah Yogya depan pom tadi. Entah itu lewat ringroad atau lewat desa Kalibawang aku tak tahu yang penting jalan aja. Ada pertigaan lagi kita ambil yang ke arah Wates,,sebetulnya aku mulai ragu dengan jalanan itu tapi akhirnya bertemu juga dengan jalanan di Kalibawang. Malah lebih cepat pula,sayangnya dalam perjalanan pulang adikku malah muntah-muntah dan alhasil celana panjangku basah kena muntahan.
Dengan perjalanan naik turun gunung, akhirnya sampai juga di rumah jam 11.45 siang.
Andai aja suasana tak panas banget pasti tak begitu menguras tenaga..
Seneng juga akhirnya bisa melancong kembali,,22 FEBRUARI 2015
Bulan depan kemana lagi ya,,,,,,,,
Selasa, 17 Februari 2015
NAno naNO
Bingung? Resah? Takut?
Jadi satu dalam diri, entah kapan akan terenyah pergi
Perasaan yang kadang datang kadang menghilang,membuatku susah untuk mengontrol.
Aku menjadi orang bodoh yang mudah dikuasai oleh ketidaktegasan.
Aku kehilangan pedoman,panutan yang menopangku untuk tetap berdiri tegak di antara hempasan angin maupun ombak.
Bukan diriku yang sebenarnya,aku tak mengenali lagi
Inginku menyerah,berdiam diri untuk sementara
Jika itu ku lakukan kapan aku akan bangkit? Kapan aku akan merasakan indahya dunia? Kapan semua mimpi akan terwujud?
Ku tahu Tuhan telah menyiapkan dunia ini begitu indahnya
Sadarlah aku,sadar
semua akan berlalu dan meninggalkan kenangan indah yang kan selalu terkenang.
kan selalu teringat betapa tidak mudahnya perjuangan hidup
Ikuti kehidupan seperti air mengalir,,,
air akan selalu punya cara untuk menuju hilir walaupun rintangan di tengahnya amatlah berat.
Jadi satu dalam diri, entah kapan akan terenyah pergi
Perasaan yang kadang datang kadang menghilang,membuatku susah untuk mengontrol.
Aku menjadi orang bodoh yang mudah dikuasai oleh ketidaktegasan.
Aku kehilangan pedoman,panutan yang menopangku untuk tetap berdiri tegak di antara hempasan angin maupun ombak.
Bukan diriku yang sebenarnya,aku tak mengenali lagi
Inginku menyerah,berdiam diri untuk sementara
Jika itu ku lakukan kapan aku akan bangkit? Kapan aku akan merasakan indahya dunia? Kapan semua mimpi akan terwujud?
Ku tahu Tuhan telah menyiapkan dunia ini begitu indahnya
Sadarlah aku,sadar
semua akan berlalu dan meninggalkan kenangan indah yang kan selalu terkenang.
kan selalu teringat betapa tidak mudahnya perjuangan hidup
Ikuti kehidupan seperti air mengalir,,,
air akan selalu punya cara untuk menuju hilir walaupun rintangan di tengahnya amatlah berat.
Kamis, 29 Januari 2015
THANK'S BUNDA
Sore itu saat kita duduk santai di teras, kau mengingatkanku kembali pada kenangan 5 tahun lalu.
Kenangan yang tak akan pernah terlupa olehku. Betapa besar perjuanganmu untuk anak-anakmu.
Ya,kalau aku kenang rasanya terharu banget. Bagaimana tidak??
Disaat hujan deras disertai petir yang menggelegar begitu hebatnya engkau rela menungguku di pinggir jalan karena aku belum pulang dari sekolah.Waktu itu aku harus menyelesaikan les privatku untuk lomba LKS. Padahal aku tak memintamu menjemputku, aku pun tak sms taupun telepon tapi dengan hatimu sendiri engkau lakukan itu. Saat aku turun dari angkut,aku pun kaget ibuku sudah ada di pinggir jalan dengan payungnya.
Rasanya waktu itu seneng,,soalnya ibu pengertian. Tapi juga aku merasa kasihan ibu harus kedinginan karena hujan,dan waktu itu dia hanya pakai sepeda onthel. Aku pun tak tahu berapa lama dia menungguku di sana. Di derasnya hujan dan halilintar yang menyambar-nyambar dia memboncengku pulang ke rumah. Mungkin ra sa takut itu ada saat petir dan halilintar bersahut-sahutan, tapi kau musnahkan hanya karena anakmu belum pulang.
Pengorbanan yang tak kan pernah ternilai oleh apapun. Aku tak pernah menyesal memlikimu ibu.
THANK'S FOR ALL BUNDA,,,
Kenangan yang tak akan pernah terlupa olehku. Betapa besar perjuanganmu untuk anak-anakmu.
Ya,kalau aku kenang rasanya terharu banget. Bagaimana tidak??
Disaat hujan deras disertai petir yang menggelegar begitu hebatnya engkau rela menungguku di pinggir jalan karena aku belum pulang dari sekolah.Waktu itu aku harus menyelesaikan les privatku untuk lomba LKS. Padahal aku tak memintamu menjemputku, aku pun tak sms taupun telepon tapi dengan hatimu sendiri engkau lakukan itu. Saat aku turun dari angkut,aku pun kaget ibuku sudah ada di pinggir jalan dengan payungnya.
Rasanya waktu itu seneng,,soalnya ibu pengertian. Tapi juga aku merasa kasihan ibu harus kedinginan karena hujan,dan waktu itu dia hanya pakai sepeda onthel. Aku pun tak tahu berapa lama dia menungguku di sana. Di derasnya hujan dan halilintar yang menyambar-nyambar dia memboncengku pulang ke rumah. Mungkin ra sa takut itu ada saat petir dan halilintar bersahut-sahutan, tapi kau musnahkan hanya karena anakmu belum pulang.
Pengorbanan yang tak kan pernah ternilai oleh apapun. Aku tak pernah menyesal memlikimu ibu.
THANK'S FOR ALL BUNDA,,,
Rabu, 21 Januari 2015
Maafkan AKU
Aku masih merasa bersalah atas keputusan yang telah aku ambil. Entah mengapa perasaan ini terus menghantui. Rasanya aku telah meyia-nyiakan kesempatan, kalau dipikir memang iya. Hati pun menjadi sering tak tenang.
Ayah, maaf aku belum bisa menjadi yang ayah mau. Sebetulnya aku bingung, jika melihat Ibu ia merasa sangat lega dan begitu gembira karena aku tak jadi berangkat. Tetapi melihat Ayah,kekecewaan itu selalu saja ada.Kebingungan untuk ikut pendapat Ayah atau Ibu sebetulnya selalu menghampiri. Sejujurnya ketakutan untuk ikut tes lain waktu juga ada, apakah mungkin aku akan lolos kembali?
Penyesalan itu memang akan selalu hadir di belakang. Pikiranku sekarang pun menjadi lebih berat. .
Ketakutan sekarang yang paling besar ialah aku gagal menggapai masa depanku. Terkadang aku optimis berhasil, tapi terkadang keoptimisan itu lenyap ditelan pesimis.
Kehidupan ini akan terus berjalan, memang tidak mungkin aku hanya akan diam. Pesimis itu yang membuatku terus merasa bersalah.
Ayah, Ibu sekali lagi aku minta maaf belum dapat mewjudkan mimpi kalian. Doa dari kalian sangat aku harapkan setiap detik demi mewujudkan kembali. Aku akan mencoba bangkit kembali, karena aku tahu masih ada hari esok yang lebih baik. Tuhan akan selalu bersamaku,menjaga,melindungi. Aku percaya jika kita telah menjalankan kewajiban kepadaNya,pasti Tuhan akan memberikan apa yang kita mau. Kan ku coba menjalankan rutinitasku yang menenangkan jiwa itu. Karena dari situ doa2ku akan terjawab.
Jangan pernah menyerah untuk menghadapi semua,,Keep fighting
Ayah, maaf aku belum bisa menjadi yang ayah mau. Sebetulnya aku bingung, jika melihat Ibu ia merasa sangat lega dan begitu gembira karena aku tak jadi berangkat. Tetapi melihat Ayah,kekecewaan itu selalu saja ada.Kebingungan untuk ikut pendapat Ayah atau Ibu sebetulnya selalu menghampiri. Sejujurnya ketakutan untuk ikut tes lain waktu juga ada, apakah mungkin aku akan lolos kembali?
Penyesalan itu memang akan selalu hadir di belakang. Pikiranku sekarang pun menjadi lebih berat. .
Ketakutan sekarang yang paling besar ialah aku gagal menggapai masa depanku. Terkadang aku optimis berhasil, tapi terkadang keoptimisan itu lenyap ditelan pesimis.
Kehidupan ini akan terus berjalan, memang tidak mungkin aku hanya akan diam. Pesimis itu yang membuatku terus merasa bersalah.
Ayah, Ibu sekali lagi aku minta maaf belum dapat mewjudkan mimpi kalian. Doa dari kalian sangat aku harapkan setiap detik demi mewujudkan kembali. Aku akan mencoba bangkit kembali, karena aku tahu masih ada hari esok yang lebih baik. Tuhan akan selalu bersamaku,menjaga,melindungi. Aku percaya jika kita telah menjalankan kewajiban kepadaNya,pasti Tuhan akan memberikan apa yang kita mau. Kan ku coba menjalankan rutinitasku yang menenangkan jiwa itu. Karena dari situ doa2ku akan terjawab.
Jangan pernah menyerah untuk menghadapi semua,,Keep fighting
Selasa, 13 Januari 2015
NANO,,,NANO....
Ketika mmpi itu telah tiba di depan mata dan tinggal selangkah lagi untuk maju kemudian diputuskan mundur, rasanya memang sia-sia. Belum lagi kita dengar kanan kiri ada yang mendukung kita dan ada yang menyesalkan keputusan tersebut. Dan itu aku alami sendiri, saat semua orang berlomba2 untuk bisa keterima CPNS aku malah menyia-nyiakannya. Banyak yang bilang kesempatan gak akan datang 2 kali, cobalah dulu menjalani.
Ini bukan hal yang kecil asal coba, tapi ini pengabdian dari hati. Kalau memang hati belum siap lebih baik diberikan pada orang yang lebih mampu. Kita jangan pernah bermain dengan nasib orang karena pekerjaan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Awalnya setelah pengumuman itu aku merasa gembira karena apa yang aku tuliskan di blog ini dan aku mimpikan selama ini telah menjadi nyata. Tetapi lewat pemikiran dan pertimbangan yang begitu panjang dan pergolakan batin yang hebat aku putuskan untuk mundur.
Aku belum siap untuk mengabdikan diriku ke tempat yang begitu jauh dan belum pernah aku ke sana bahkan tak ada saudara.Bisa dibilang aku akan hidup sebatang kara. Banyak faktor yang akhirnya membuatku mundur.
Saat aku utarakan niatku ini ada perasaan lega daroi dalam diri begitu juga saat aku liat raut wajah ibu. Tak ada lagi beban pikiran di jiwanya.
Dan aku berharap dengan keputusan ini akan ada penggantinya dari yang di Atas untukku nanti. Memang Tuhan tak akan memberikan kesempatan yang sama tapi akan memberikan kesempatan dalam bentuk lain.
Semua akan indah pada waktunya,,,,
Banyak jalan menuju Roma,,,,
Percayalah dan yakini pada keputusan yang diambil sebagai keputusan yang terbaik
Jadikan suara kanan kiri sebagai semangat,,
Tuhan tahu jalan yang terbaik,,Amienn
Ini bukan hal yang kecil asal coba, tapi ini pengabdian dari hati. Kalau memang hati belum siap lebih baik diberikan pada orang yang lebih mampu. Kita jangan pernah bermain dengan nasib orang karena pekerjaan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Awalnya setelah pengumuman itu aku merasa gembira karena apa yang aku tuliskan di blog ini dan aku mimpikan selama ini telah menjadi nyata. Tetapi lewat pemikiran dan pertimbangan yang begitu panjang dan pergolakan batin yang hebat aku putuskan untuk mundur.
Aku belum siap untuk mengabdikan diriku ke tempat yang begitu jauh dan belum pernah aku ke sana bahkan tak ada saudara.Bisa dibilang aku akan hidup sebatang kara. Banyak faktor yang akhirnya membuatku mundur.
Saat aku utarakan niatku ini ada perasaan lega daroi dalam diri begitu juga saat aku liat raut wajah ibu. Tak ada lagi beban pikiran di jiwanya.
Dan aku berharap dengan keputusan ini akan ada penggantinya dari yang di Atas untukku nanti. Memang Tuhan tak akan memberikan kesempatan yang sama tapi akan memberikan kesempatan dalam bentuk lain.
Semua akan indah pada waktunya,,,,
Banyak jalan menuju Roma,,,,
Percayalah dan yakini pada keputusan yang diambil sebagai keputusan yang terbaik
Jadikan suara kanan kiri sebagai semangat,,
Tuhan tahu jalan yang terbaik,,Amienn
Langganan:
Postingan (Atom)