Dan akhirnya perasaan ini pecah juga, selama beberapa bulan aku simpan sendiri. Tapi dengan sendirinya engkau tahu. Pernyataanmu yang menimbulkan tanda tanya besar untukku. Walaupun aku juga tahu apa maksud dari kalimat yang kamu utarakan. Sejatinya aku tak ingin mendengarkan.
Ketakutan yang terus menghantui, dan membuatku semakin takut setelah mendengarnya.
Ketidakfokusan, ketidakseriusan, ketidakkomitmen an dan apalah lagi yang menghancurkan keyakinanku seketika.
Tahukah dari dulu ada perasaan takut yang begitu hebat, ketakutan akan kehilangan drmu yang setelah sekian lama aku pertahankan. Apa gunanya jika memang itu terjadi, waktu yang terbuang sia-sia. Di saat aku mulai meyakinkan diri sendiri dan menentramkan jiwa muncul pernyataan seperti itu. Hancurlah semua, buyar semua mimpi, yang ada sekarang keadaan yang semakin tak menentu.
Mundurkah atau bertahan?
Mundur,,apakah aku mampu melupakan.
Bertahan,,apakah kamu akan mengerti akan perjuanganku di saat keadaan bertahan tersebut. Akankah kamu menghargai. Takutku aku bela-belain bertahan, bela-belain menunggu tapi akhirnya tak ada hasilnya.
Entahlah,sungguh ingin rasanya menjerit sekeras2nya. Menangis.
Memang hanya Allah yang tahu yang terbaik, semoga ditunjukkan jalan yang terbaik untuk semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar