Aku masih merasa bersalah atas keputusan yang telah aku ambil. Entah mengapa perasaan ini terus menghantui. Rasanya aku telah meyia-nyiakan kesempatan, kalau dipikir memang iya. Hati pun menjadi sering tak tenang.
Ayah, maaf aku belum bisa menjadi yang ayah mau. Sebetulnya aku bingung, jika melihat Ibu ia merasa sangat lega dan begitu gembira karena aku tak jadi berangkat. Tetapi melihat Ayah,kekecewaan itu selalu saja ada.Kebingungan untuk ikut pendapat Ayah atau Ibu sebetulnya selalu menghampiri. Sejujurnya ketakutan untuk ikut tes lain waktu juga ada, apakah mungkin aku akan lolos kembali?
Penyesalan itu memang akan selalu hadir di belakang. Pikiranku sekarang pun menjadi lebih berat. .
Ketakutan sekarang yang paling besar ialah aku gagal menggapai masa depanku. Terkadang aku optimis berhasil, tapi terkadang keoptimisan itu lenyap ditelan pesimis.
Kehidupan ini akan terus berjalan, memang tidak mungkin aku hanya akan diam. Pesimis itu yang membuatku terus merasa bersalah.
Ayah, Ibu sekali lagi aku minta maaf belum dapat mewjudkan mimpi kalian. Doa dari kalian sangat aku harapkan setiap detik demi mewujudkan kembali. Aku akan mencoba bangkit kembali, karena aku tahu masih ada hari esok yang lebih baik. Tuhan akan selalu bersamaku,menjaga,melindungi. Aku percaya jika kita telah menjalankan kewajiban kepadaNya,pasti Tuhan akan memberikan apa yang kita mau. Kan ku coba menjalankan rutinitasku yang menenangkan jiwa itu. Karena dari situ doa2ku akan terjawab.
Jangan pernah menyerah untuk menghadapi semua,,Keep fighting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar