Jumat, 29 Mei 2015

BERKACALAH

Menjalani kehidupan ini memang penuh warna. Menguras energi dan emosional. Berbagai perangai dipertontonkan bak sandiwara. 

Muka-muka yang menurutku tidak memiliki wibawa dan malu.

Banyak kata yang keluar yang menurutku hanya kebohongan belaka.

Mengertilah,,,

Ucapan yang kalian lontarkan itu merupakan cerminan diri kalian.

Berkacalah terlebih dahulu,,

Apakah kita sudah benar? Apakah kita sudah pantas mengeluarkan perkataan itu ada orang lain?

Jika kita belum benar-benar  bersih jangan keluarkan kata-kata itu.

Apa yang kalian keluarkan belum tentu di dengar, karena mereka pikir kalian saja masih seperti itu.

Berusahalah untuk menjaga perasaan orang lain.

Sebisa mungkin jangan menyakiti,

Kamis, 28 Mei 2015

Kejarlah Ilmu Sampai ke China

Ini bukan judul film ya, Ku Kejar Cinta ke Negeri China. Ini hanya ungkapan hati yang ingin di dengar oleh orang lain. Aku ingin membuka mata mereka yang hanya memandang rendah orang lain.Berbagai alasan muncul yang menyebabkan mereka memandang rendah orang lain.
Pertama, karena orang itu tidak kaya.
Kedua, karena orang itu tidak memiliki pekerjaan yang bisa dibilang wah.
Ketiga, karena orang itu tidak memiliki pendidikan yang tinggi atau tidak sekolah di tempat yang terkenal atau terkemuka.

Nah,,aku ingin mengeluarkan unek-unekku untuk yang no 3 itu.
Sebetulnya kita sekolah itu mencari apa sih? Ilmu, gelar, ijasah, kegiatan, atau untuk mencari jabatan. Kebanyakan orang-orang sekarang sudah tak mementingkan yang namanya ilmu. Mereka lebih mengejar gelar dan ijasah untuk mendapatkan jabatan yang tinggi dan gaji yang tinggi pula. Jika kalian berpikir itu salah, maka kalian salah besar coba tanyakan pada diri sendiri. Tanyakan pada hati nurani.
Karena setahuku jika kalian mencari ilmu kalian tak akan mementingkan itu sekolah yang prodinya prospek atau terkemuka. Ilmu dapat kalian dapatkan dari mana saja. Dari membaca buku, pengalaman kalian bisa mendapatkannya.
Makanya ada pepatah Carilah ilmu sampai negeri China, sebetulnya itu hanya perumpamaan. Kalian gharusnya mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kemana pun saja.
Aku bukannya sok pintar, tapi aku juga merasakan ambisiku sendiri. Sekolah dapat ijasah dapat kerja yang bagus dengan gaji gede. Perlahan aku mengerti bahwa ijasah dan gelar itu tidak begitu penting, sekarang skill dan penerapan ilmu yang kita dapat yang lebih penting.
Apa artinya kalian sekolah tinggi  kalau kalian tidak dapat menggunakan ilmu yang kalian dapat dengan baik?
Lebih baik tidak usah sekolah bukan.

Rabu, 13 Mei 2015

BolehKah



Manusia memang diciptakan dengan berbagai watak yang berbeda. Kalau semuanya sama tak akan ada yang namanya warna warni kehidupan. Dan mengapa yang selalu menonjol dari watak manusia yang ada kebanyakan watak mereka yang jelek. Bukankah Tuhan menciptakan kita untuk saling melengkapi bukan menyakiti. Tetapi kebanyakan dari kita tak ada yang tahu, bahwa kita pernah membuat orang lain menangis karena kita.

Tuhan pun mengajarkan kepada kita untuk tak membalas sikap jelek orang kain terhadap kita, tapi kenyataannya berkata lain. Kita masih saling tusuk menusuk.

Bahkan diri ini pun terkadang merasakan hal seperti itu. Dendam, aku coba untuk menghapus semua perlakuanmu kepadaku, aku ingin seolah-olah kamu tak mengajariku rasa itu. Tapi terkadang aku tak terima dengan perlakuan itu, sungguh menyakitkan. Dulu memang aku seperti itu, tapi aku punya alasan. Kenapa sekarang kamu balas seperti itu. Sungguh sebetulnya aku ingin kamu mengajariku arti kebaikan kepada orang lain, arti memaafkan.

Jangan salahkan aku jika besuk aku balas dengan seperti ini,, tapi aku berharap aku bukan dirimu aku ingin berlaku lebih baik pada orang lain.

Sejujurnya, bolehkah aku iri pada ia. Jika teringat akan hal ini, air mata ini akan selalu menetes. Entah mengapa rasanya aku hanya orang asing.

Bolehkah aku menyimpan rasa dendam ini selamanya. Tentu saja tidak.

Orang yang berjiwa besar akan memaafkan orang lain. Seharusnya kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan jika perlakuan ini terjadi pada dirimu.




Semoga kamu mengerti arti memaafkan yang sebenarnya.




































Selasa, 12 Mei 2015

DOA SANG Pemimpi di Pertambahan Usia

Detik demi detik terus bergulir. Berganti dari hari ke hari. Dan hari ini menjadi hari yang ditunggu, pertambahan usia yang semoga bisa mendewasakan diri.

Memilih langkah kaki kemana dia seharusnya melangkah, di hari ini tidak boleh bergembira secara berlebihan. Masa depan yang  harus dipikirkan dengan  benar, usia ini tidak lagi muda.

Tuhan, aku berterima kasih telah diberikan perpanjangan usia, merasakan lebih lama keindahan dunia. Diberikan waktu yang lebih panjang untuk bercanda bersama orang-orang terkasih,,

Tuhan, bantu aku untuk tak membuat kecewa mereka, bantu aku untuk membuat mereka tersenyum bangga kepadaku,

Bantu aku untuk membuat umur ini menjadi berkah bagi orang lain.

Yang ingin sekali aku wujudkan menggapai mimpi selama ini masih menjadi anganku maupun anggan orang tuaku,

Tuhan jika aku tak bisa membuat mereka tertawa bahagia, bantu aku tak membuat mereka menangis. Berikan kebahagiaan mereka lewat orang lain.


Aku yakin jika kita berani untuk melangkah maju pasti di depan banyak kejutan indah.

Kamis, 09 April 2015

rasa ITU akan selalu ADA

Walaupun bagaimanapun juga yang rasanya menyesal itu tak akan pernah hilang.  Itu yang aku sendiri rasakan. Berbagai cara aku gunakan untuk menghapus semuanya, tapi sebagian kecil rasa itu akan tetap ada. Apalagi jika melihat orang lain yang menggunakan kesempatan itu, rasa itu akan semakin membesar muncul dalam diri ini.
Tuhan,bantu aku untuk bangkit kembali. Aku tahu rencana yang telah engkau siapkan lebih indah. Seharusnya kalau kita bisa berpikiran positif untuk lebih indah, mengapa harus negatif. Tetapi kebanyakan manusia memang seperti itu.
Ku belajar kembali untuk mendekatkan diri kepadaMu, mencoba memperbaiki pribadi ini. Jalan orang  berbeda-beda, jika semua sama tak akan ada yang namanya kehidupan.

Kamis, 26 Februari 2015

Melancong PART THREE

hemss rasanya tu seneng banget setelah kemarin Januari sempat gagal akhirnya tanggal 22 Februari 2015 aku jalan jalan juga ke Borobudur temple. Disaat pikiran baru penat,jelong-jelong akan selalu menjadi obat mujarab.
Berangkat pukul 07.00 pagi menyusuri jalanan sepanjang arah ke Nanggulan. Betapa indahnya pemandangan yang disuguhnya alam pada pagi hari,,dengan hamparan sawah luas,pegunungan yang membentang dari barat ke timur apalagi Merapi dan Merbabu nampak secara jelas. Udara pagi pun masih begitu segar di hirup. 
Berbekal hanya feeling, kami terus berjalan mengikuti plakat yang ada. Soalnya baru pertama ini aku lewat jalan ini dan pertama kali nya aku ke Borobudur bahkan tanpa penunjuk jalan. Kata teman ku disuruh lurus aja mengikuti jalan. Sepanjang perjalanan berkelok2 melewati pegunungan,disuguhi bau durian yang dijual oleh warga sekitar. Bagi yang suka durian baunya sih oke oke saja tapi berhubung saya tidak doyan ya sudah baunya seakan menyiksa.
Saat perjalanan kurang lebih 5 Km,,kebingungan mulai melanda. Aku ambil jalan belok kiri sesuai plakat tapi saat ditengah jalan seperti ada yang aneh,,kami seperti melewati perkebunan. Aku putuskan kembali ke pertigaan semula dan bertanya di sana, belok kekirinya benar tapi setelah itu ambil yang kanan dengan jalanan yang sempit dan naik turun. Jalanannya pun rusak,,,kurang lebih 20 menit mengikuti jalan itu akhirnya Borobudur di depan mata.
Pukul 08.30 pagi sampai lah di Borobudur,,aku langsung cari toilet karena sudah tidak tahan. Setelah itu antri cari tiket masuk,aku beli 3 tiket kebetulan karena aku ajak kakak dan adikku. Saat hendak masuk, petugasnya tanya dari mana ngobrol2 bentar,dia nyuruh tiketnya yang satu dikembaliin aja kasihan anak kecil. Dan akhirnya dikembaliin sama kakakku,terima kasih ya pak atas bantuannya.
Saatnya melancong ke seluruh lingkungan candi,,hawa panas pun sudah tak terasa. Rasa bahagia dan takjub menjadi satu. Walaupun rasanya lelah naik turun tangga yang begitu tinggi tapi rasanya puas sekali. 2 jam berkeliling di candi terasa cepat dan kita harus melewati jalan yang begitu panjang dengan samping kanan kiri penuh dengan orang jualan oleh2.
Setelah keluar dari jalanan kita duduk2 dulu di taman untuk membuang rasa lelah dan masih sibuk berfoto ria.
Jam 10.30 pagi kita mulai keluar dari tempat wisata itu, kasihan sekali melihat adikku yang sudah sangat lelah harus berjalan lagi ke tempat parkir. Berhubung bensin sudah mau habis,kita cari pom terdekat. Saat akan pulang inilah aku benar2 bingung tak tahu arah. Bolak balik mencari jalan saat tadi berangkat tapi tak ada titik terang.
Saat mulai penat karena lelah dan juga panas,,akhirnya diputuskan melewati jalan yang ke arah Yogya depan pom tadi. Entah itu lewat ringroad atau lewat desa Kalibawang aku tak tahu yang penting jalan aja. Ada pertigaan lagi kita ambil yang ke arah Wates,,sebetulnya aku mulai ragu dengan jalanan itu tapi akhirnya  bertemu juga dengan jalanan di Kalibawang. Malah lebih cepat pula,sayangnya dalam perjalanan pulang adikku malah muntah-muntah dan alhasil celana panjangku basah kena muntahan.
Dengan perjalanan naik turun gunung, akhirnya sampai juga di rumah jam 11.45 siang.
Andai aja suasana tak panas banget pasti tak begitu menguras tenaga..

Seneng juga akhirnya bisa melancong kembali,,22 FEBRUARI 2015
Bulan depan kemana lagi ya,,,,,,,,
 

Selasa, 17 Februari 2015

NAno naNO

Bingung? Resah? Takut?
Jadi satu dalam diri, entah kapan akan terenyah pergi
Perasaan yang kadang datang kadang menghilang,membuatku susah untuk mengontrol.
Aku menjadi orang bodoh yang mudah dikuasai oleh ketidaktegasan.
Aku kehilangan pedoman,panutan yang menopangku untuk tetap berdiri tegak di antara hempasan angin maupun ombak.
Bukan diriku yang sebenarnya,aku tak mengenali lagi
Inginku menyerah,berdiam diri untuk sementara
Jika itu ku lakukan kapan aku akan bangkit? Kapan aku akan merasakan indahya dunia? Kapan semua mimpi akan terwujud?
Ku tahu Tuhan telah menyiapkan dunia ini begitu indahnya

Sadarlah aku,sadar
semua akan berlalu dan meninggalkan kenangan indah yang kan selalu terkenang.
kan selalu teringat betapa tidak mudahnya perjuangan hidup
Ikuti kehidupan seperti air mengalir,,,
air akan selalu punya cara untuk menuju hilir walaupun rintangan di tengahnya amatlah berat.