Senin, 27 Juli 2015

Terima Kasihku

Hanya ungkapan terima kasih yang dapat aku keluarkan.
Atas segala curahan kasihmu, dukunganmu, perhatianmu. Rasa nyaman ini yang selalu ku inginkan.
Maafkan aku Ibu,
Yang selalu menyusahkanmu sampai saat ini
Yang masih kekanak-kanakkan.
Yang masih suka bermanja-manja
Bahkan sampai saat ini masih belum bisa mandiri.
Aku butuh supportmu di saat keadaanku seperti ini
Aku butuh lindunganmu,,
Aku masih berharap engkau bersedia menghapus air mata ini jika menetes

Maafkan aku yang selalu menyusahkanmu

Selasa, 23 Juni 2015

HIDUP ini UNTUK APA sih???

Pertanyaan "hidup ini untuk apa?" terkadang memenuhi ruangan di otak. Bahkan sampai sekarang belum aku temukan jawaban atas pertanyaan tersebut.
Terlalu banyak mungkin  jawaban yang orang lain utarakan. Berbeda-beda, makna dan arti yang saling bertolak belakang.  Menurutku terlalu berlebihan akan jawaban tersebut.
Ada yang bilang hidup ini untuk berjuang mencari uang, sehingga setiap hari yang ada di otaknya hanya uang. Kegiatannya sehari hari juga tak jauh dari yang namanya mencari uang. Apakah iya selamanya kalian akan begitu. Semuanya tak bisa diukur dengan uang. Karena bahagia itu sederhana, tertawa pun tidak memerlukan uang.
Ada yang bilang lagi hidup itu jabatan yang tinggi. Jabatan tinggi di dunia apa maknanya jika jabatanmu nanti rendah di mataNya.

Terkadang melihat apa yang ada di sekitar itu membuat hati merinding. Kalian hanya untuk mendapatkan uang,jabatan,penghargaan,kenyamanan harus sampai mengorbankan orang lain. Tak bisakah kalian berjalan bersama beriringan saling membantu sama lain. Bahkan yang lebih miris lagi orang lain yang tidak tahu apa-apa harus terkena dampaknya juga. Tidakkah kalian merasa salah??
Perlulah di ingat hidup ini cuma sekali, bagaimana kita memanfaatkannya untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain.
Seimbangkan antara hidup di dunia dengan bekalmu nanti. Maaf, bukannya sok suci ini hanya sebagai pengingat untuk diriku sendiri.

Senin, 22 Juni 2015

PUASA SUNAH

Allah Ta’ala telah berfirman :

''Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, sesungguhnya shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan shaum itu adalah benteng (dari api neraka), maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan shaum, maka janganlah dia berkata rafats dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada orang lain yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan ‘Aku orang yang sedang shaum’. Dan demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala dari pada harumnya minyak misik. Dan untuk orang yang shaum akan mendapatkan dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya: Apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan Rabnya dia bergembira disebabkan ibadah shaumnya itu''. (HR. Al-Bukhari no. 1771 dan Muslim no. 1151)

Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu :

1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).

2. Puasa Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adalah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.

3. Puasa Hari Arofah
Yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
 
4. Puasa Assyuro’
Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
 
5. Puasa Sya’ban
Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
 
6. Puasa pada Bulan Harom (bulan yang dihormati)
Yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
 
7. Puasa Senin dan Kamis
Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
 
8. Puasa 3 Hari Setiap Bulan
Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
 
9. Puasa Dawud
Yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Kemudian puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).

Ketentuan dalam Melakukan Puasa Sunnah
Pertama: Boleh berniat puasa sunnah setelah terbit fajar jika belum makan, minum dan selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Berbeda dengan puasa wajib maka niatnya harus dilakukan sebelum fajar.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Pada suatu hari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuiku dan bertanya, “Apakah kamu mempunyai makanan?” Kami menjawab, “Tidak ada.” Beliau berkata, “Kalau begitu, saya akan berpuasa.” Kemudian beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, “Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kura, samin dan keju).” Maka beliau pun berkata, “Bawalah kemari, sesungguhnya dari tadi pagi tadi aku berpuasa.” (HR. Muslim no. 1154). An Nawawi memberi judul dalam Shahih Muslim, “Bab: Bolehnya melakukan puasa sunnah dengan niat di siang hari sebelum waktu zawal (bergesernya matahari ke barat) dan bolehnya membatalkan puasa sunnah meskipun tanpa udzur. ”
Kedua: Boleh menyempurnakan atau membatalkan puasa sunnah. Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah diatas. Puasa sunnah merupakan pilihan bagi seseorang ketika ia ingin memulainya, begitu pula ketika ia ingin meneruskan puasanya. Inilah pendapat dari sekelompok sahabat, pendapat Imam Ahmad, Ishaq, dan selainnya. Akan tetapi mereka semua, termasuk juga Imam Asy Syafi’i bersepakat bahwa disunnahkan untuk tetap menyempurnakan puasa tersebut.[10]
Ketiga: Seorang istri tidak boleh berpuasa sunnah sedangkan suaminya bersamanya kecuali dengan seizin suaminya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari no. 5192 dan Muslim no. 1026)
An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah puasa sunnah yang tidak terikat dengan waktu tertentu. Larangan yang dimaksudkan dalam hadits di atas adalah larangan haram, sebagaimana ditegaskan oleh para ulama Syafi’iyah. Sebab pengharaman tersebut karena suami memiliki hak untuk bersenang-senang dengan istrinya setiap harinya. Hak suami ini wajib ditunaikan dengan segera oleh istri. Dan tidak bisa hak tersebut terhalang dipenuhi gara-gara si istri melakukan puasa sunnah atau puasa wajib yang sebenarnya bisa diakhirkan.”[11] Beliaurahimahullah menjelaskan pula, “Adapun jika si suami bersafar, maka si istri boleh berpuasa. Karena ketika suami tidak ada di sisi istri, ia tidak mungkin bisa bersenang-senang dengannya

Rabu, 17 Juni 2015

BerJUANG

Sedih,,kecewa hanya itu yang aku rasakan sekarang. Semangat untuk hidup langsung pudar saat tahu kondisi ini sendiri. Bahkan semalam sampai sekarang pun masih bisa aku menangis. Masih belum percaya atas apa yang telah digariskan.
Masih setengah sadar,,
Masih belm mengerti,,

Tuhan tahu aku kuat,, tapi untuk sekarang aku kehilangan semangatku. Sungguh apakah ini memang nyata?
Setelah mendengar apa yang dikatakan,,seakan2 separuh hidupku runtuh.Rasanya hanya ingin menangis,
Mengapa harus terjadi?
Ku coba bangkit sedikit demi sedikit. Meyakinkan diri bahwa semua kan terlewati
Mencoba menjadi sahabat dengan yang namanya penyakit. Aku tak ingin memusuhinya.
Mungkin dengan begitu,,ia akan tunduk kepada pemilik tubuh ini.
Semoga saja,,,akan lebih baik

Jumat, 29 Mei 2015

BERKACALAH

Menjalani kehidupan ini memang penuh warna. Menguras energi dan emosional. Berbagai perangai dipertontonkan bak sandiwara. 

Muka-muka yang menurutku tidak memiliki wibawa dan malu.

Banyak kata yang keluar yang menurutku hanya kebohongan belaka.

Mengertilah,,,

Ucapan yang kalian lontarkan itu merupakan cerminan diri kalian.

Berkacalah terlebih dahulu,,

Apakah kita sudah benar? Apakah kita sudah pantas mengeluarkan perkataan itu ada orang lain?

Jika kita belum benar-benar  bersih jangan keluarkan kata-kata itu.

Apa yang kalian keluarkan belum tentu di dengar, karena mereka pikir kalian saja masih seperti itu.

Berusahalah untuk menjaga perasaan orang lain.

Sebisa mungkin jangan menyakiti,

Kamis, 28 Mei 2015

Kejarlah Ilmu Sampai ke China

Ini bukan judul film ya, Ku Kejar Cinta ke Negeri China. Ini hanya ungkapan hati yang ingin di dengar oleh orang lain. Aku ingin membuka mata mereka yang hanya memandang rendah orang lain.Berbagai alasan muncul yang menyebabkan mereka memandang rendah orang lain.
Pertama, karena orang itu tidak kaya.
Kedua, karena orang itu tidak memiliki pekerjaan yang bisa dibilang wah.
Ketiga, karena orang itu tidak memiliki pendidikan yang tinggi atau tidak sekolah di tempat yang terkenal atau terkemuka.

Nah,,aku ingin mengeluarkan unek-unekku untuk yang no 3 itu.
Sebetulnya kita sekolah itu mencari apa sih? Ilmu, gelar, ijasah, kegiatan, atau untuk mencari jabatan. Kebanyakan orang-orang sekarang sudah tak mementingkan yang namanya ilmu. Mereka lebih mengejar gelar dan ijasah untuk mendapatkan jabatan yang tinggi dan gaji yang tinggi pula. Jika kalian berpikir itu salah, maka kalian salah besar coba tanyakan pada diri sendiri. Tanyakan pada hati nurani.
Karena setahuku jika kalian mencari ilmu kalian tak akan mementingkan itu sekolah yang prodinya prospek atau terkemuka. Ilmu dapat kalian dapatkan dari mana saja. Dari membaca buku, pengalaman kalian bisa mendapatkannya.
Makanya ada pepatah Carilah ilmu sampai negeri China, sebetulnya itu hanya perumpamaan. Kalian gharusnya mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kemana pun saja.
Aku bukannya sok pintar, tapi aku juga merasakan ambisiku sendiri. Sekolah dapat ijasah dapat kerja yang bagus dengan gaji gede. Perlahan aku mengerti bahwa ijasah dan gelar itu tidak begitu penting, sekarang skill dan penerapan ilmu yang kita dapat yang lebih penting.
Apa artinya kalian sekolah tinggi  kalau kalian tidak dapat menggunakan ilmu yang kalian dapat dengan baik?
Lebih baik tidak usah sekolah bukan.

Rabu, 13 Mei 2015

BolehKah



Manusia memang diciptakan dengan berbagai watak yang berbeda. Kalau semuanya sama tak akan ada yang namanya warna warni kehidupan. Dan mengapa yang selalu menonjol dari watak manusia yang ada kebanyakan watak mereka yang jelek. Bukankah Tuhan menciptakan kita untuk saling melengkapi bukan menyakiti. Tetapi kebanyakan dari kita tak ada yang tahu, bahwa kita pernah membuat orang lain menangis karena kita.

Tuhan pun mengajarkan kepada kita untuk tak membalas sikap jelek orang kain terhadap kita, tapi kenyataannya berkata lain. Kita masih saling tusuk menusuk.

Bahkan diri ini pun terkadang merasakan hal seperti itu. Dendam, aku coba untuk menghapus semua perlakuanmu kepadaku, aku ingin seolah-olah kamu tak mengajariku rasa itu. Tapi terkadang aku tak terima dengan perlakuan itu, sungguh menyakitkan. Dulu memang aku seperti itu, tapi aku punya alasan. Kenapa sekarang kamu balas seperti itu. Sungguh sebetulnya aku ingin kamu mengajariku arti kebaikan kepada orang lain, arti memaafkan.

Jangan salahkan aku jika besuk aku balas dengan seperti ini,, tapi aku berharap aku bukan dirimu aku ingin berlaku lebih baik pada orang lain.

Sejujurnya, bolehkah aku iri pada ia. Jika teringat akan hal ini, air mata ini akan selalu menetes. Entah mengapa rasanya aku hanya orang asing.

Bolehkah aku menyimpan rasa dendam ini selamanya. Tentu saja tidak.

Orang yang berjiwa besar akan memaafkan orang lain. Seharusnya kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan jika perlakuan ini terjadi pada dirimu.




Semoga kamu mengerti arti memaafkan yang sebenarnya.