q hanya ingin belajar menulis mengungkapkan isi hati,, maaf jika isinya kurang berkenan Thankss
Jumat, 29 Mei 2015
Kamis, 28 Mei 2015
Kejarlah Ilmu Sampai ke China
Ini bukan judul film ya, Ku Kejar Cinta ke Negeri China. Ini hanya ungkapan hati yang ingin di dengar oleh orang lain. Aku ingin membuka mata mereka yang hanya memandang rendah orang lain.Berbagai alasan muncul yang menyebabkan mereka memandang rendah orang lain.
Pertama, karena orang itu tidak kaya.
Kedua, karena orang itu tidak memiliki pekerjaan yang bisa dibilang wah.
Ketiga, karena orang itu tidak memiliki pendidikan yang tinggi atau tidak sekolah di tempat yang terkenal atau terkemuka.
Nah,,aku ingin mengeluarkan unek-unekku untuk yang no 3 itu.
Sebetulnya kita sekolah itu mencari apa sih? Ilmu, gelar, ijasah, kegiatan, atau untuk mencari jabatan. Kebanyakan orang-orang sekarang sudah tak mementingkan yang namanya ilmu. Mereka lebih mengejar gelar dan ijasah untuk mendapatkan jabatan yang tinggi dan gaji yang tinggi pula. Jika kalian berpikir itu salah, maka kalian salah besar coba tanyakan pada diri sendiri. Tanyakan pada hati nurani.
Karena setahuku jika kalian mencari ilmu kalian tak akan mementingkan itu sekolah yang prodinya prospek atau terkemuka. Ilmu dapat kalian dapatkan dari mana saja. Dari membaca buku, pengalaman kalian bisa mendapatkannya.
Makanya ada pepatah Carilah ilmu sampai negeri China, sebetulnya itu hanya perumpamaan. Kalian gharusnya mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kemana pun saja.
Aku bukannya sok pintar, tapi aku juga merasakan ambisiku sendiri. Sekolah dapat ijasah dapat kerja yang bagus dengan gaji gede. Perlahan aku mengerti bahwa ijasah dan gelar itu tidak begitu penting, sekarang skill dan penerapan ilmu yang kita dapat yang lebih penting.
Apa artinya kalian sekolah tinggi kalau kalian tidak dapat menggunakan ilmu yang kalian dapat dengan baik?
Lebih baik tidak usah sekolah bukan.
Pertama, karena orang itu tidak kaya.
Kedua, karena orang itu tidak memiliki pekerjaan yang bisa dibilang wah.
Ketiga, karena orang itu tidak memiliki pendidikan yang tinggi atau tidak sekolah di tempat yang terkenal atau terkemuka.
Nah,,aku ingin mengeluarkan unek-unekku untuk yang no 3 itu.
Sebetulnya kita sekolah itu mencari apa sih? Ilmu, gelar, ijasah, kegiatan, atau untuk mencari jabatan. Kebanyakan orang-orang sekarang sudah tak mementingkan yang namanya ilmu. Mereka lebih mengejar gelar dan ijasah untuk mendapatkan jabatan yang tinggi dan gaji yang tinggi pula. Jika kalian berpikir itu salah, maka kalian salah besar coba tanyakan pada diri sendiri. Tanyakan pada hati nurani.
Karena setahuku jika kalian mencari ilmu kalian tak akan mementingkan itu sekolah yang prodinya prospek atau terkemuka. Ilmu dapat kalian dapatkan dari mana saja. Dari membaca buku, pengalaman kalian bisa mendapatkannya.
Makanya ada pepatah Carilah ilmu sampai negeri China, sebetulnya itu hanya perumpamaan. Kalian gharusnya mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kemana pun saja.
Aku bukannya sok pintar, tapi aku juga merasakan ambisiku sendiri. Sekolah dapat ijasah dapat kerja yang bagus dengan gaji gede. Perlahan aku mengerti bahwa ijasah dan gelar itu tidak begitu penting, sekarang skill dan penerapan ilmu yang kita dapat yang lebih penting.
Apa artinya kalian sekolah tinggi kalau kalian tidak dapat menggunakan ilmu yang kalian dapat dengan baik?
Lebih baik tidak usah sekolah bukan.
Rabu, 13 Mei 2015
BolehKah
Manusia memang diciptakan dengan berbagai watak yang berbeda. Kalau semuanya sama tak akan ada yang namanya warna warni kehidupan. Dan mengapa yang selalu menonjol dari watak manusia yang ada kebanyakan watak mereka yang jelek. Bukankah Tuhan menciptakan kita untuk saling melengkapi bukan menyakiti. Tetapi kebanyakan dari kita tak ada yang tahu, bahwa kita pernah membuat orang lain menangis karena kita.
Tuhan pun mengajarkan kepada kita untuk tak membalas sikap jelek orang kain terhadap kita, tapi kenyataannya berkata lain. Kita masih saling tusuk menusuk.
Bahkan diri ini pun terkadang merasakan hal seperti itu. Dendam, aku coba untuk menghapus semua perlakuanmu kepadaku, aku ingin seolah-olah kamu tak mengajariku rasa itu. Tapi terkadang aku tak terima dengan perlakuan itu, sungguh menyakitkan. Dulu memang aku seperti itu, tapi aku punya alasan. Kenapa sekarang kamu balas seperti itu. Sungguh sebetulnya aku ingin kamu mengajariku arti kebaikan kepada orang lain, arti memaafkan.
Jangan salahkan aku jika besuk aku balas dengan seperti ini,, tapi aku berharap aku bukan dirimu aku ingin berlaku lebih baik pada orang lain.
Sejujurnya, bolehkah aku iri pada ia. Jika teringat akan hal ini, air mata ini akan selalu menetes. Entah mengapa rasanya aku hanya orang asing.
Bolehkah aku menyimpan rasa dendam ini selamanya. Tentu saja tidak.
Orang yang berjiwa besar akan memaafkan orang lain. Seharusnya kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan jika perlakuan ini terjadi pada dirimu.
Semoga kamu mengerti arti memaafkan yang sebenarnya.
Selasa, 12 Mei 2015
DOA SANG Pemimpi di Pertambahan Usia
Detik demi detik terus bergulir. Berganti dari hari ke hari. Dan hari ini menjadi hari yang ditunggu, pertambahan usia yang semoga bisa mendewasakan diri.
Memilih langkah kaki kemana dia seharusnya melangkah, di hari ini tidak boleh bergembira secara berlebihan. Masa depan yang harus dipikirkan dengan benar, usia ini tidak lagi muda.
Tuhan, aku berterima kasih telah diberikan perpanjangan usia, merasakan lebih lama keindahan dunia. Diberikan waktu yang lebih panjang untuk bercanda bersama orang-orang terkasih,,
Tuhan, bantu aku untuk tak membuat kecewa mereka, bantu aku untuk membuat mereka tersenyum bangga kepadaku,
Bantu aku untuk membuat umur ini menjadi berkah bagi orang lain.
Yang ingin sekali aku wujudkan menggapai mimpi selama ini masih menjadi anganku maupun anggan orang tuaku,
Tuhan jika aku tak bisa membuat mereka tertawa bahagia, bantu aku tak membuat mereka menangis. Berikan kebahagiaan mereka lewat orang lain.
Aku yakin jika kita berani untuk melangkah maju pasti di depan banyak kejutan indah.
Langganan:
Komentar (Atom)